Ada Apa Dengan Cinta 2 Full Movienya memang ngehits banget di tahun 2016 ini. Pasalnya banyak penggemar AADC pertama yang penasaran sama kelanjutan kisah cinta Rangga dan Cinta yang harus terpisah antara Jakarta dan New York. AADC pertama ceritanya cuma sampai perpisahan Rangga dan Cinta di bandara. Jadi pas ada kabar Ada Apa dengan Cinta 2 bakal tayang, generasi 90-an gak ada yang gak nunggu film ini.
Kalau orang Barat punya tokoh Romeo dan Juliet, kalau Indonesia punya Rangga dan Cinta. (Yaa..pastinya juga kita pernah punya tokoh Mayang dan Dion di sinetron Tersayang hehe). Kisah cinta mereka abadi di ingatan kita. Karena kabarnya sih film AADC menjadi tonggak awal berkembangnya perfilman Indonesia. Gak tahu sih apa tolak ukurnya, tapi setelah nonton AADC pertama memang di angkatannya tahun 2002-an saya gak nemu film yang sebagus cerita AADC.
AADC pertama ditulis oleh Jujur Prananto dan Prima Rusdi. Kalau AADC 2 ditulis oleh Mira Lesmana dan Prima Rusdi. Tapi menurut saya AADC pertama tetap masih yang juara, karena karakter pemainnya lebih memiliki ciri khas. Seperti Rangga, anak SMA yang sangat dingin, mencintai puisi dan romantis, Cinta yang periang, pemberani, dan juga suka nulis puisi, teman-temannya juga berkarakter. Seperti Milly yang lugu, dan Karmen yang tomboy. Di AADC 2 karakter mereka tidak terlalu mencolok.
Puisi Rangga Untuk Cinta
Yang saya tahu puisi adalah karya yang sulit di terima di khalayak umum. Saya yakin, hanya beberapa orang yang tahu puisi dan menikmati puisi. Biasanya kalangan pelajar, penulislah yang bisa menikmati keindahan puisi. Tapi jika disampaikan dengan film, rasa puisi menjadi hidup.
Film AADC adalah film yang identik dengan puisi. Cinta adalah seorang perempuan yang senang menulis puisi dan mengikuti lomba. Biasanya dia menang lomba, tapi ada saat dia tidak mendengar namanya disebut di juara pertama pengumuman lomba puisi. Yaitu ketika Mang Diman, penjaga sekolah yang dekat dengan Rangga, mengirimkan puisi rangga kelomba puisi sekolah. Puisi Rangga untuk Cinta di AADC 2 ditulis oleh Aan Mansyur. Sedangkan untuk Puisi film AADC pertama ditulis oleh Rako Prijatno.
Menurut saya AADC berhasil menyajikan puisi menjadi lebih mudah dimengerti dan dicintai oleh orang banyak. Saya tidak bisa membedakan mana yang bagus puisi AADC pertama atau AADC 2, karena mereka menulis puisi dengan karakter masing-masing.
Film paling romantis
Film baru bioskop sekarang memang banyak menayangkan film romantis. Seperti Film paling romantis menurut saya, Rudy Habibie, AADC 2 juga adalah film Indonesia paling romantis di tahun ini.
Tetapi saya agak kecewa dengan cerita AADC 2 yang ternyata perpisahan Rangga dan Cinta bukan lanjutan dari perpisahan sewaktu mereka SMA. Di AADC 2 ceritanya mereka sudah saling memiliki komitmen untuk menikah dan pernah jadian. Tapi karena setelah kedatangan Cinta ke New York Rangga memutuskan untuk tidak menghubungi cinta lagi. Beberapa tahun tidak ada kabar, membuat Cinta mengambil keputusan untuk jatuh cinta pada pria lain.
baca juga review RUDY HABIBIE
Menurut saya ceritanya terlalu biasa seperti cerita film-film lainnya. Sebelum dateng ke bioskop nonton film ini, saya agak berharap mereka surat-suratan puisi dan Cinta yang masih menunggu kepulangan Rangga dan New York, tanpa pernah ada kata berhubungan dulu sebelumnya. Mungkin teman-teman pernah lihat mini series AADC 2 di LINE. Nah, saya lebih suka cerita yang di LINE dimana Cinta menunggu dan menunggu selama beberapa purnama kedatangan Rangga dan New York.
Tapi recomended memang film AADC 2 ini.

0 komentar