Showing posts with label Morning Story. Show all posts
Showing posts with label Morning Story. Show all posts

30 Days Creatives #27 Belajar Tidak Menyalahkan orang Lain

Benar-benar sudah lama ya, apa kabar?

Hari ini aku mau menulis saja, tentang hal-hal yang akhir-akhir ini benar-benar sangat mengganggu fikiran. Sebuah perasaan dimana mungkin aku sedang beradaptasi di sebuah tempat yang rasanya masih baru, meskipun sudah lama.


Aku berada di lingkungan baru, dimana aku harus menyesuaikan diri kembali dengan keadaan-keadaan, dengan lingkungan dimana semuanya sudah berbeda. Aku juga harus kembali menggali diri sendiri dan memposisikan lagi diri. Dimana aku harus benar-benar menyesuaikan budayaku dengan budaya mereka. Dimana, aku akan terpengaruhi dan aku akan mempengaruhi. Dimana, kebiasaan yang sudah aku rubah di tempat lama, mungkin akan kutemukan lagi di tempat baru dan harus kembali aku hadang. Melelahkan? Memang iya.

Bagiku, tempat baru bukan tempat yang mudah untuk dihadapi. Dan iya, sekarangpun begitu. Aku harus menemukan hal lama yang sudah aku hindari di tempat baru. Hal lama itu, adalah 'Menyalahkan Orang Lain'. Ya, hal itu merupakan hal lama yang sudah bisa ku atasi di tempatku dulu. Tetapi, kini datang lagi di tempat baruku. Ini benar-benar sangat melelahkan melihat orang lain harus menyalahkan yang lain saat mereka melakukan sesuatu hal yang salah karena ingin membela diri sendiri.

Aku ingat betul dulu kenapa aku memutuskan untuk berhenti berlaku menyalahkan orang lain ketika ada sesuatu hal yang terjadi. Seperti misalnya begini : "aku melakukan kesalahan kepada atasan, dan kesalahan tersebut terjadi karena teman mengatakan harus begini. Dan aku mengikuti perkataan temanku harus begini. Jadi, saat aku disalahkan atasan atas kerjaku itu, aku bilang pada atasanku kalau itu salahnya temanku yang memberitahu hal seperti itu." Nah, aku sudah putuskan untuk menghentikan hal tersebut, menyalahkan orang lain atas keputusan yang aku ambil. Meskipun mungkin sesekali tanpa sadar aku melakukannya, tetapi aku sudah berhenti untuk hal seperti itu untuk membela diri sendiri.

Keputusan ini aku buat ketika, dulu aku punya teman yang selalu melakukan hal itu. Maksudnya, menyalahkan orang lain ketika ada sebuah kesalahan yang mengikutsertakan dia. Aku selalu memerhatikan orang tersebut, dan rasanya tidak enak ketika aku melihat dia terus menerus melakukan itu. Aku memutuskan untuk tidak menegur dia, tetapi aku sendiri yang berusaha untuk tidak menjadi seperti dia. Karena melihatnya saja sudah tidak menyenangkan dan menjadi bagian dari orang yang dia salahkan tentu saja hal yang menyakitkan. Makanya, aku putuskan untuk tidak menjadi seperti dia.

Atau kasusnya seperti ini : Misalnya kita pergi ke sebuah tempat pilihanku, dan aku berangkat bersama teman tersebut, tetapi tempatnya ternyata tidak asyik. Dan temanku lantas bilang kepadaku "Ah, kamu sih pilih tempat ini, coba tadi kesana." Hal seperti itu juga merupakan hal yang benar-benar harus dihindari dalam sebuah hubungan dengan manusia.

Dan sedihnya, sekarang aku menemukan kembali lingkungan dimana orang-orang saling menyalahkan. Mereka membela diri sendiri dengan membawa-bawa nama orang lain ketika mereka salah, dan ended up orang lain yang salah, bukan introspeksi malah introspeksi diri.

Aku tidak tahu kenapa seperti itu, mungkin karena dulunya orang tua mereka sering menyalahkan katak ketika anak mereka terjatuh saat masih belajar berjalan.
Read more

30 Days Creatives #25 Pendidikan dari Bapak

Bapak adalah orang yang tidak bisa digantikan orang lain. Bukan dalam artian karena dia adalah bapakku sendiri. Tetapi, bapak memiliki jiwa yang berbeda dengan orang lain. Bapak adalah orang yang berani mengatakan tidak, jika ia tidak setuju. Dan berani mengatakan jangan, ketika ada hal-hal yang tidak ia senangi.

Begitupun dalam mengajarkan kami di rumah, bapak sangat strick dengan segala hal yang sifatnya tidak berguna. Seperti misalnya, bapak tidak pernah mengizinkan kami di rumah untuk nonton televisi sebelum shalat Isya. Pokoknya, tidak boleh nonton TV dari waktu Magrib ke Isya. Dan kami tidak pernah berani menyentuh remot untuk menghidupkan televisi.

Karena jarak dari rumah ke masjid hanya beberapa langkah, kami harus ke masjid setiap shalat magrib dan isya. Dan itu wajib, tidak ada kata tidak. Kemudian setelah magrib harus ngaji. Dan bapak adalah guru ngaji pertamaku. Dan karena dekat dengan masjid, bapak tidak pernah shalat di rumah. Ia selalu pergi ke masjid untuk mengimami shalat, ataupun munfarid.


Bapak sangat ketat dalam hal-hal ibadah. Kami juga tidak boleh menunda-nunda shalat. Pokoknya setelah adzan harus segera ke air mengambil wudhu. Kalau tidak, bapak akan menatap kami dengan tatapan yang serem, dan bikin kami ciut. Segeralah kami pergi ke air, untuk mengambil wudhu.
Tetapi, ternyata pengajaran itu sampai sekarang sangat melekat. Aku setiap ingin menonton TV setelah salat magrib, sebelum Isya, merasa bersalah dan merasa ada hal yang salah yang aku lakukan. Apalagi untuk masalah shalat tepat waktu, aku sampai sekarang selalu mempertahankan untuk solat tepat waktu. Karena selalu merasa bersalah ketika menunda shalat.

Pendidikan dari bapak dulu tidak pernah aku sadari sampai sejauh ini menemaniku. Dulu aku selalu kesal karena bapak yang terlalu strick pada anak-anaknya. Tetapi, aku sekarang tahu kenapa orang tua berlaku seperti itu. Karena memang pendidikan usia dini adalah hal yang paling penting diterapkan kepada anak-anak. Dan akan mempengaruhinya sampai ia beranjak dewasa.

Sehingga, ketika orang tua berfikir bahwa anak-anak mereka nakal. Shalat selalu ditunda-tunda dan bahkan tidak melakukannya. Seharusnya mereka berintrospeksi, sudahkan pendidikan di rumah benar?

Aku yakin itulah sebabnya pendidikan itu sangat penting bagi orang tua. Bapakku memang bukan lulusan universitas. Dia hanya lulusan SD. Tetapi dia belajar agama dengan serius. Dia mempelajari setiap hal dari kehidupannya. Jadi, maksudku berpendidikan bukan hanya pendidikan formal. Tetapi, bagaimana mereka bisa mengambil setiap hikmah dan pelajaran dari orang-orang sekitar dan peristiwa yang mereka temukan.

Aku menemukan bapak seperti itu. Dia bukan orang yang berpendidikan tinggi, tapi bisa membuatku melakukan hal-hal yang positif sampai sekarang aku dewasa. Yang ternyata, tidak banyak orang tua yang memiliki cara mendidik anak, seperti halnya bapakku.

Pendidikan orang tua adalah pendidikan yang utama bagi anak-anak. Hal ini membuat aku selalu berfikir keras untuk menentukan pasangan hidup. Di usiaku yang sudah tidak muda, aku tidak ingin buru-buru Karena usiaku. Dalam pandanganku, berumah tangga bukan hanya menjalin asmara dan meruntuhkan segala pandangan orang lain tentang perempuan yang sudah berumur dan belum menikah.

Karena bagiku, rumah merupakan tempat dimana anak-anak akan tumbuh dan berjalan di muka bumi mengemban amanah-amanah. Dari situ peran orang tua sangatlah penting. Jika pasanganku tidak bisa mendukungku untuk mendidik anak-anak, aku tidak akan bisa mengajarkannya sendirian. Karena ketidaksinergian dalam rumah tangga adalah kehancuran. Bukannya begitu?
Read more

30 Days Creatives #22 Nikmati Pagi dengan Bersyukur


Aku sering lupa, bahwa setiap pagi adalah berkah yang tidak harus aku biarkan pergi begitu saja. Aroma pagi, adalah aroma yang sangat dirindukan orang-orang. Sejuknya embun, yang lewat ke hidung adalah sebuah nikmat yang tak terbatas.

Mandi di pagi hari, adalah rutinitas yang luar biasa menyegarkan. Setelah olah raga kecil, badan yang lelah setelah bangun tidur, dengan ribuan mimpi-mimpi tidur yang abu-abu dan membuat fikiran penuh dengan sesuatu yang hambar. Mengguyur badan dengan air akan membuat badan benar-benar seperti berada dalam dunia yang tidak pernah terjamah oleh kesedihan. Kesegaran yang Tuhan cipatakan lewat cipratan-cipratan air adalah kenikmatan sejati yang harus selalu disyukuri.

Senyum, adalah sebuah syukur yang tidak terucap. Tuhan akan tahu. Menyambut pagi dengan senyum adalah syukur tak terucap yang benar-benar Tuhan pahami.

 Kemudian, sarapan sederhana yang dibuat dengan hati yang damai, adalah manifestasi dari cinta Tuhan yang amat besar. Selamat pagi, semoga pagi kita senantiasa selalu damai dan menyegarkan. Mwah <3
Read more

30 Days Creatives #19 Refund Tiket Kereta di Stasiun Kiara Condong

Stasiun Kiara Condong
Source : Serba Bandung
Jadi, karena bingung mau cerita apa, sekarang aku mau sedikit berbagi tentang Refund tiket kereta api di Stasiun Kiara Condong Bandung.

Jadi kenapa aku refund tiket kereta api tersebut? Begini ceritanya:
Aku kan ikutan tes CPNS gitu di Kemenag. Nah, setelah lulus pemberkasan, aku udah dapet jadwal buat tes CAT. Kebetulan tempat aku tes dan tempat aku apply CPNS sama-sama di Purwokerto waktu itu. Karena takut kehabisan tiket, gak lama setelah pengumuman, langsung deh aku pesen tiket kereta pake traveloka. 

Gak lama kemudian, beberapa jam, gak sampe satu hari setelah pemesanan ternyata ada pengumuman lagi perubahan jadwal dari Kemenag. Dan aku gak mau buru-buru balikin tiket waktu itu, karena Kemenag bilang kalau tes dan pengumuman tempatnya akan segera diumumkan kembali dalam waktu yang gak lama. Maka, aku putusin buat gak buru-buru refund itu tiket.

Dan ternyata, CPNS tahun 2017 ini agak ngeselin. Karena nunggu jadwal baru ternyata lumayan lama. Maka, terpaksa aku harus refund tiket sehari sebelum pemberangkatan. Takutnya kalau pas di hari H berangkat, aku telat dan gak bisa balik lagi tuh duit buat beli tiket.

Aku biasa beli tiket di Traveloka, karena gampang dan banyak pilihan gitu. Dan biasanya dapet poin dan banyak juga voucher yang bisa digunakan buat ngirit bayar tiket. Biasanya aku bayar di Alfamart terdekat, walaupun harus bayar biaya dll, aku tetep lebih senang beli di Traveloka.

Alhasil, aku harus refund tuh tiket ke Stasiun. Tapi ternyata refund tiket ke stasiun di Kiara Condong gak sesusah yang aku bayangin. Gampang banget, dan kayaknya si abangnya udah ngerti, karena mungkin banyak juga yang balikin tiket waktu itu. Bisa jadi, ceritanya sama kaya aku.

Gak mikir lama, aku langsung dateng ke Stasiun Kiara Condong waktu itu. Karena gak tahu harus ke mana dulu, aku langsung tanya aja ke bagian informasi/call center atau apa istilahnya lupa. Pokoknya dia ada di ruang depan yang ruangannya pake kaca semua. Datenglah aku ke sana dengan wajah bingung dan langsung nanya ke si mas-mas yang ada di sana.

Tanpa nanya kenapa dan bagaimana, si mas tersebut langsung ngasih aku kertas yang harus diisi di sana. Kalo gak salah aku harus ngisi nomor KTP dan alamat lengkap. Waktu itu aku belum cetak itu tiket di tempat nyetaknya.  Setelah itu aku langsung suruh antri di loket 1. Dan di informasi loket 1 tertara tulisan `Pengembalian Tiket`.

Gak lama setelah ngantri, giliran aku. Petugasnya langsung minta KTP dan kertas yang tadi aku isi yang dikasih sama call center di depan. Dalam data pengembalian, ternyata aku ngisinya cash. Aku kira kalo ngisinya cash bisa langsung dapet di sana. Dan ternyata harus nunggu beberapa hari sampe duitnya cair. Kalo udah cair, kita harus dateng lagi ke stasiun, dan aku males. Jadinya aku ganti sama nomor rekening. Biar kalo udah cair, duitnya bisa langsung masuk ke rekening.

Udah deh, abis itu aku pulang dengan keadaaan kecewa karena duit yang balik cuma seratus ribu dari total pembayaran segala macamnya sekitar 160ribuan. Waktu itu aku kembaliin dua tiket yang bareng aku beli buat temen juga. Potongannya sebenarnya cuma 25%, tapi karena pas di traveloka ada pembayaran lain, dan di Alfamart juga sama, jadi keitungnya lumayan gede.

Oke sekian ceritanya, semoga bermanfaat buat yang mau balikin tiket kereta ke stasiun.
Read more

30 Days Creatives #17 The Human Panda

Eddi Huang
Source : Viceland

Eddie Huang

 "Is a good dude and has a good show, but he's pretty racist against white people lol" - white jared
Aku nemuin orang keren lagi dari kegiatan ngeYoutube. Karena sering ngeYoutube, jadi banyak video yang aku temuin dan itu menarik. Salah satunya adalah ketemu The Human Panda, Eddi Huang.

Eddi Huang, adalah seorang chef imigran dari Taiwan. Tapi, dia bukan chef biasa yang hanya pintar memasak dan memiliki restoran. Dia punya acara jalan-jalan dan nyari makanan, yang keren banget. Kenapa aku bilang keren? Karena di acara tersebut, dia gak melulu bicara soal makanan. Dia bicara tentang kebudayaan, kehidupan sosial dan kehidupan politik dari negara-negara yang ia kunjungi dan dari makanan khas mereka sendiri.

Kehidupan imigran bukanlah kehidupan yang mudah. Kita bisa mendengar banyak cerita dari imigran, betapa sulitnya kehidupan mereka sebagai pendatang. Termasuk di Indonesia sendiri, pendatang Cina adalah orang yang sangat kesulitan hidup di negara Indonesia. Tidak terkecuali Eddi Huang. Di Amerika dia tidak bisa dianggap sebagai orang Amerika, dan di Taiwan dia bukan lagi seorang Taiwan. Meskipun sekarang mungkin lebih baik. Aku gak bisa deskripsikan banyak soal ini, karena aku gak punya pengalaman masalah ini.

Aku senang dengan orang ini karena dia adalah orang yang sangat menjunjung tinggi multikulturalisme. Kenapa aku bilang kaya gitu? karena acara yang dia bawakan sendiri adalah acara keren yang memang mengangkat fakta-fakta dari orang-orang yang terpinggirkan. Dia menguak sisi yang orang lain tidak pernah sentuh. Dan ada tempat yang paling bikin pengen nangis saat nontonnya, ketika Eddi dateng ke kota Detroit. Kota Detroit setelah aku searching adalah kota yang mengalami kebangkrutan. Banyak orang yang menjadi pencuri di kota tersebut, karena rendahnya perekonomian yang mereka dapatkan. Rumah-rumah yang mereka tinggali harus dihancurkan oleh pemerintah, banyak yang menjadi gelandangan. Dan salah satu orang yang dikunjungi Eddi, adalah seorang kakek yang tidak punya tempat tinggal. Dia mengumpulkan puing-puing bangunan yang sudah tidak layak pakai. Anjingnya yang kelaparan yang selalu mencari cela untuk memakan makanan sisa dari majikannya. Kondisi yang sangat menyedihkan terjadi di kota tersebut.

Yang sering bikin aku ngakak, setiap kali dia berbicara dengan orang kulit putih. Dia kadang menyindir mereka dengan cara bicaranya yang jenaka. Dia sering menyindir orang kulit putih, karena mereka adalah orang yang selalu merasa menjadi ras paling baik. Dan menindas terhadap kulit hitam, termasuk juga Asia.

Setiap makanan yang ia temui di setiap negara yang dikunjungi, selalu ia gali dari sisi politisnya dan dari sisi kebudayaannya. Sehingga, meskipun aku gak terlalu ngerti sebagian obrolan yang dia bicarakan, tapi aku kagum dengan acara seperti ini. Nambah pengetahuan kita, dan betapa kita bisa mengengali sebuah kebudayaan, sebuah kondisi politik dari makanan yang mereka sajikan setiap hari di meja makan.

Dari Eddi Huang, aku merasakan semangat untuk selalu mencari tahu dan selalu maksimal dalam menjalankan segala hal. Dia keren, dan salah satu orang yang baru-baru ini aku kagumi.
Read more

30 Days Creatives #15 Kalau Saja Kita Rajin Mencari

How are you, consitent?

Jadi kali ini aku mau cerita sedikit tentang manfaat dari perkembangan internet dewasa ini. Ini karena aku kesel sama temen yang baru-baru ini dateng ke kosan aku, dan balik lagi nanyai hal yang sama.

Jadi gaes, di era modern ini dimana komunikasi, nyari informasi, nyari lowongan kerjaan itu segampang balikin telapak tangan itu bener (masalah diterima atau engga, itu urusan lain). Keberadaan internet sebagai media yang bisa diakses oleh semua kalangan seharusnya bisa menjadi bagian dari fasilitas yang bisa sepenuhnya kita manfaatkan.

Jadi begini, kemarin-kemarin aku dapati temenku yang katanya punya ide mau bikin bisnis ini dan itu. Dia tanya ke aku soalnya aku udah bergelut di YouTube. Dan dia yakin dia juga mau ngembangin bisnisnya di sana. Dan minta bantuan aku. Hari pertama aku jelasin sampe detil apa yang mesti dilakuin kalo mau pake YouTube dan cara hasilin duit. Sampe ke hal-hal yang harus dan tidak harus dilakukan aku jelasin semuanya. Dan dia bilang `oke, i will do it.` Dan dia nyatet poin-poin yang udah aku kasih tau.

Tetapi ternyata gaes, hari selanjutnya dia kembali datang ke kosan aku. Dan nanyai hal yang sama. Dan belum ngerjain apa yang udah aku omongin kemarin sore. Dan aku mengernyitkan dahi.

Bukan masalah aku gak mau ditanyain atau direpotin. Aku seneng banget kalo bisa bermanfaat buat orang lain dan bisa bagiin apa yang aku tahu. Tetapi, kesel juga loh gaes kalo kita udah jelasin berbusa-busa, dan orang tersebut balik lagi dengan pertanyaan yang sama. Hello, i am not Google, that you can ask `em everytime without getting tired. Masih mending kalo dia itu anak kecil yang belum tahu apa-apa masalah internet. Dia orang dewasa yang udah ngerti cara menggunakan internet. Dan juga punya smartphone dan akses Wifi gratis.

Maksudku gini. Jadi, kita udah punya akses mudah buat bisa mengakses internet dengan mudah. Banyak informasi yang bisa kita gali dari internet, kalo udah stuck pencarian kita tanya ke orang lain itu bagus. Kita gak bisa selamanya dicekokin sesuatu yang udah siap makan. Kita harus bisa nyari sendiri. Mental seperti itu haruslah dibangun. Jika terus bertanya dan tidak dikerjakan, tanpa mencari kembali informasi lain yang mungkin bermanfaat. Sia-sia coy.

Untuk permasalahan bisnis di internet, banyak banget informasi yang bisa kita dapatkan dari internet. Aku belajar cara mengembangkan YouTube dan bisa ngasilin duit juga cuma belajar dari internet. Memang pintunya yang ngenalin aku ke YouTube itu kakakku. Tapi, aku gak bisa bayangin kalo aku terus nanya-nanya ke kakak masalah yang padahal bisa aku cari sendiri di internet. Dia gak ngasih tahu bagaimana cara daftar adsense, bagaimana agar video bisa naik dengan cepat. Dia cuma bilang, YouTube itu lebih gampang ngasilin uang daripada blog. Dan aku coba nyari dan coba bikin akun.

Dan yang aku rasain ya gaes, ketika nyari sendiri dan dilakuin. Itu kita bisa jadi lebih kenal dengan karakter dari suatu hal yang kita ingin pegang. Kalo cuma tanya-tanya dan gak dilakuin, sama aja dengan pengen BAB terus males ke kamar mandi. Bye.


Curhatan geje ya gaes, tapi semoga ada yang bisa dipetik dari cerita ini.


Read more

30 Days Creatives #14 Ke Kota Sate Maranggi


Jadi kemaren tanggal 11 September aku dateng ke undangan temen di Purwakarta. Aku selama tinggal di Bandung belum pernah menginjak kota yang bernama Purwakarta. Sering banget denger nama kota tersebut, tapi gak pernah nyoba untuk berangkat ke sana. Dan kali ini aku dapet kesempatan buat pergi ke sana. Dengan kantong yang kosong, dan tekad yang kuat, aku dan temen berhasil ke sana dengan selamat haha.

Jadi aku mau kasih tau rute yang waktu kemarin aku pake sama temen aku, Ucu. Baik aku, maupun Ucu belum pernah ada yang ke sana. Jadi kita cuma pake petunjuk dari si Manten itu. Dan tujuan kita kemarin itu, ke kampung sebelum ke Wanayasa.

Jadi waktu itu kita naik dari Cileunyi pake bis ekonomi Garut - Bekasi. Pastikan ekonomi ya gaes, karena tarifnya bakal dibedain entar ke Purwakarta sama ke Bekasi. Kalian tau sendiri kan kalo pake bisnis, entar harganya di samain sama yang ke tempat tujuan terjauh. Nah terus kalo kita harus nunggu di bagian pagar masuk. Kan kalo di Cileunyi itu di arah tol ada pagar pembatas buat bis lewat. Nah pagar batas tersebut biasa dilewatin bis-bis ekonomi. Jadi pastikan buat nunggu di sana, biar bisnya gak kelewat.

Terus kita nanti harus turun di Sadang. Ongkos dari Bandung ke Sadang Rp. 22.000. Setelah itu kita naek angkot 01 ke Pasar Rebo dan tarifnya kalo gak salah cuma Rp.4000. Dan pas naek angkot aku takjub banget sama kota yang ada di Jawa Barat ini. Kotanya asri dan banyak pernak-pernik seperti lampion di atas jalan. Kayanya kalau malem, lampion itu dinyalain. Dan jadilah kota dengan cahaya lampion, dan pastinya indah banget. Terus kita juga ngelewatin air mancur terbesar se Asia Tenggara. Namanya air mancur Sribaduga. Tadinya kita mau mampir dulu ke sana, tetapi, karena aku kira kita bakal balik ke arah yang sama, jadi mending ke tempat tujuan dulu. Dan ternyata, kita pulang ke arah berlawanan, jadi sayang banget deh dilewatin. Terus katanya air mancur ini kalo malem minggu selalu dibuka dengan gratis, dan ada pertunjukan air mancur warna-warni gitu pake desain lampu kaya di luar negeri sana. Keren banget gak sih..

src : Suara Ekonomi
Setelah sampe di Pasar Rebo, kita naek ankot ke Wanayasa yang warnanya kuning. Arahnya cukup jauh, kita sampe bayar Rp.10.000 buat sampe ke sana. Dan setelah pulang dari kondangan itu, aku mampir dulu ke tempat jualan makanan ringan. Dan ternyata ada makanan kesukaan aku, makanan khas Purwarkarta namanya Simping. Simping itu rasanya asin, dan pake kencur. Jadi rasa kencurnya kuat banget. Buat temen ngopi atau ngeteh enak banget deh. Cobain.
males take foto sendiri, jadi ngambil dari Merah Putih.
Karena dateng ke kota jauh, kita gak mau ngelewatin kesempatan buat mampir di tempat wisatanya. Kebetulan ada tempat wisata yang dekat dari tempat yang kita kunjungin. Tempat tersebut namanya Situ Wanayasa. Ke situ Wanayasa kita naek angkot yang kuning tadi yang ke Wanayasa. Terus tanpa harus tanya kita entar bakal liat situ yang luas dengan penataan tempat wisata yang sempurna. Di sana banyak tempat makan dan tempat kumpul keluarga. Ada kafe yang nyaman banget, terus jalan di samping situ, enak banget buat di pake jalan sore, baik sepedahan atau jalan kaki. Dan di tengah-tengah situ tersebut ada satu makam yang dikeramatkan, katanya sih makam itu kadang suka di Ziarahi sama orang-orang yang datang ke sana.

src : Merah Putih

Kita gak naik wahana apa-apa di sana. Kayanya kalo hari libur kita bisa naek rakit ngelilingin situ. Tapi aku cuma nikmatin suasanya dan jalan ngelilingin situ. Hingga akhirnya kita nemuin tempat makan sate yang enak. Namanya sate bah Ocid. Sate bah Ocid ini tempatnya ada di sekitar situ. Di tempat paling ujung dari pintu masuk, di samping restoran-restoran gede. Dan sate bah Ocid ini luar biasa mantepnya. Sate maranggi buatan bah Ocid, katanya diolah dengan sate lokal. Dan dengan proses direbus dulu, jadi semua dagingnya tidak alot.
Kita disajiin tiga buah nasi timbel, mau dihabisin atau engga terserah. Dan satu tusuk harga sate bah Ocid, cuma Rp. 1500. Dan rasanya maknyus banget. Kita dikasih tiga macem sambel, sambel kecap, sambel goang, sama sambel kacang. Dan rasa dari semu sambel tersebut bikin seger dan mantep banget di pasangin sama tuh sate sapi. Luar biasa deh nikmatin keindahan danau sambil nikmatin sate marangginya khas Purwakarta. Karena kekenyangan pulang dari kondangan, kita cuma ngabisin satu timbel nasi sama 15 tusuk sate, dan harganya cuma Rp. 25.000 saja.
Nah, setelah dari Situ Wanayasa, kita pulang ke arah yang berlawanan dari kita berangkat. Kita pulang ke arah Subang. Dari Situ Wanayasa kita naek angkot ke daerah Cagak di Subang. Terus dari sana ada mobil elf jurusan Subang - Bandung sampe stasiun Ledeng. Udah deh nyampe Bandung dengan capek. Hehe

Jadi, kalo kalian ke Purwakarta, jangan lupain dua makanan khasnya. Simping sama sate Maranggi. Dan sate ini terkenal banget gaes di mana-mana. Bahkan di dinasnya aja sate maranggi dijadiin Go Internasional sama pemerintahnya. Keren baget gak sih.

Oke segitu aja tulisan hari ini, see you in the next trip and next journey gaes. Selamat pagi. Have a morning coffee.
Read more

30 Days Creatives #13 - Kereta Yogya ke Banjar Jam Siang

Jadi kali ini aku mau sharing bagaimana pulang dari Yogya ke Banjar untuk jam siang. Karena kalo diliat di jadwal pemberangkatan kereta dari Lempuyangan ke Banjar, kalian gak bakal nemu kereta yang siang. Adanya cuma kereta subuh sama malem. Jadi dateng ke Banjarnya entar bakal malem semua. Itu sih waktu aku kemarin cek-cek di Traveloka.

Jadi, kalo kalian mau pulang dari Yogyakarta dan mau nyampenya siang di stasiun Banjar, kalian harus naek kereta Prameks (Prambanan Ekspress). Buat naek Prameks mudah banget kok, kalian tinggal searching aja dulu di Google waktu pemberangkatan kereta Prameks. Nah, untuk beli karcisnya, kalian bisa langsung dateng ke loket di stasiun Lempuyangan. Dan langsung dateng ke bagian loket di sana. Di bagian loket itu ada waktu pemberangkatan kereta Prameks, dan kemana aja tujuannya. Harganya terjangkau banget, cuma Rp. 8000 dari Lempuyangan ke Kutoardjo.

Dan nanti kalian gak usah bingung dimana harus nyari kerete itu kalo udah masuk. Karena kereta tersebut tepat waktu dan di depannya ada tulisan PRAMEKS gede banget. Terus kursinya biasanya di tiket kita gak dapet tempat duduk. Tetapi sebenernya banyak tempat duduk yang bisa kita pilih sesuka hati. Intinya di kereta Prameks aturannya kaya di bis kota biasa, siapa cepat dia dapat. Dan kebetulan waktu itu aku dapet kereta yang kursinya kosong banget. Awalnya ragu harus duduk di mana, tapi pas liat orang-orang yang masuk mereka duduk di mana aja tanpa liat nomor kursi atau apa. Jadi kita bebas deh mau duduk di mana aja. Keretanya bersih dan nyaman banget deh pokoknya.

Jadi sebelumnya kita udah harus pesen tiket kereta Kutoardjo-Banjar. Dan harganya lebih murah kalo dihitung-hitung. Harga kereta Kutoardjo-Banjar itu sekitar Rp. 65ribuan. Dan kereta tersebut berakhir di stasiun Kiara Condong Bandung. Jadi cocok lah buat kalian yang juga mau ke Bandung dengan waktu yang menuju sore. 

Selamat jalan-jalan, have a nice trip. A go back savely and don`t forget to take a cup of coffee on the train. :)
Read more

30 Days Creatives #11 - Tidak Ada Kota Semerindu Yogya


Aku udah sampai di Yogya dan udah jalan-jalan sore ke Malioboro. As I expected Yogya gak pernah berubah. Bahkan ia lebih ramah kali ini. :)

Waktu aku nunggu Gojek untuk pulang ke kosan, aku sempet kepikiran kenapa aku suka Yogya. Aku fikir, kota nyaman ini begitu rapih dan menyejukan karena orang-orang yang ada di dalamnya. Orang-orang Yogya dan orang-orang yang ada di Yogya harus malu dengan keanggunan kota ini. Ketika mereka masuk ke kota ini, mereka mau tidak mau harus mengikuti aturan yang ada di kota ini. Tapi Yogya tidak memerintah, Yogya menunjukannya dengan kesahajaannya sendiri. Sehingga ketika orang lain melihatnya, dia akan bilan `oh betapa malunya aku ketika aku buang sampah sembarangan di sini. Oh betapa tidak pantasnya aku ketika aku tidak tertib di sini`.

Ya, aku akan berkata seperti itu ketika aku datang ke kota ini. Selalu. Aku sempat gak tega liat sampah yang berserakan dekat tong sampah. Karena lingkungan di daerah sekitar Malioboro saja sudah cukup bersih, sehingga untuk buang sampah sembarangan harusnya malu.

Tetapi sayangnya, di daerah Taman Pintar masih saja ada yang buang sampah sembarangan. Nyimpan gelas plastik bekas es di atas pagar. Apa kalian gak malu coy kota seindah itu kalian kotorin?

Mungkin ada kota yang tatanannya tidak jauh berbeda dengan Yogya. Yang mana, kalian bisa duduk santai di samping jalan sambil menikmati kopi panas. Kalian juga bisa berfoto ria dengan teman dengan beberapa hiasan taman yang indah. Tetapi, kalian gak bakal bisa nemuin orang-orang yang isinya seperti di Yogya. Mereka yang pakaiannya sederhana namun kualitas isi kepalanya yang high quality.


Kendaraan Umum

Dateng ke Yogya kalian gak usah khawatir dengan kendaraan umum. Kalian gak bakal kesusahan kalo dateng ke kota ini. Karena gojek sekarang udah di mana-mana, dan tarif gojek di Yogya katanya sih paling murah. Kalian bisa dapet tumpangan gojek yang nyaman dari Malioboro ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hanya dengan harga tujuh ribu, harga Gopay. Dan kalaupun harga biasa cuma sepuluh ribu. Murah banget kan? Padahal jarak dari Malioboro ke UIN Yogya lumayan jauh loh.

Selain Gojek, kalian juga bisa naik trans Yogya dengan tarif cuma tiga ribu lima ratus rupiah jauh dekat, dan jangan takut tersesat. Karena setiap shelter ada mba-mba baik yang bisa kasih tahu kalian harus naik kemana dan turun di mana untuk pergi ke suatu tempat. Enak banget dah kalo kalian mau main ke Yogya.

Cukup deh tulisan hari ini. Aku masih kecewa dan kurang mood karena jagoanku di Show Me The Money 6 kalah. Junoflo :( 
Read more

30 Days Creatives #10 - Be Creative Person

To survive in the live, we have to be creative
Percaya gak percaya, tapi itulah yang terjadi. Kreativitas bisa mengalahkan orang yang berpendidikan tinggi. Aku gak ngartiin orang kreatif itu orang yang gak berpendidikan, tetapi semua orang bisa menjadi keratif dengan apa yang mereka miliki. Dengan apa yang Tuhan anugerahkan kepada mereka. Karena setiap kemampuan orang berbeda-beda, kesempatan orang untuk melangkan juga berbeda-beda, dan sejarah kehidupan setiap orang juga berbeda-beda.

Jadi untuk kreatif tidak akan pernah memandang siapa, darimana, dan sampai mana dia sekolah. Tidak, karena kreatif adalah kemampuan diri untuk bisa survive dalam kehidupan.

Sekarang banyak banget sarjana muda tetapi harus menganggur setelah kuliah. Tidak sedikit dari mereka yang bilang `udah sekolah mahal-mahal tapi tetep aja cari kerja susah`. Bagi mereka yang memiliki mindset kuliah itu untuk cari kerja memang mungkin akan seperti itu. Tetapi untungnya aku udah nyerah duluan masalah itu. Karena aku tahu, kita gak bakal bisa mandiri kalau memang hanya mengandalkan satu alat tersebut `ijazah`. Kita juga harus memiliki kreatifitas, yang artinya itu bisa menjadi planning B dimana jika kita sulit mendapatkan kerjaan, dengan kita kreatif, kita akan bisa menghasilkan sesuatu dan berkarya. Bukankah berkarya juga adalah pekerjaan?

Mari kita bicara kreatif tanpa harus memandang siapa, dan dimana. Seperti yang aku bilang tadi, kreatif itu adalah memaksimalkan kemampuan diri untuk bisa menjadikannya sesuatu yang berbeda dari orang lain.

Pertama, untuk menjadi orang kreatif kita harus percaya dulu satu hal. Bahwa, Tuhan menganugerahi kita kemampuan yang berbeda dari orang lain. Kita adalah orang spesial yang Tuhan turunkan ke bumi untuk melakukan satu misi. Dan kita maksimalkan perintah menjalankan misi tersebut, sehingga saat kembali kepada Tuhan kita bisa tersenyum kepada dunia, bahwa `aku telah menjalankan misi yang diperintahkan Tuhan buatku`.

Kedua, hindari pandangan negatif terhadap diri sendiri. Yang seringkali terjadi adalah kita memandang diri sendiri rendah ketika melihat orang lain sudah mampu mengembangkan dirinya dengan kemampuannya. Mereka sudah kreatif dengan jalan mereka sendiri, dengan kemampuan mereka sendiri, dengan takdir yang mereka jalani sendiri. Jangan sekali-kali menjudge bahwa diri kita gak berguna. Karena hal tersebut sudah mendegradasikan kekuasaan Tuhan yang telah memberikan takdir untuk kita jalani. Yang harusnya dilakukan adalah mengenali diri sendiri, gali potensi yang ada dalam diri.

Seperti yang dikatakan tadi, bahwa setiap orang memiliki kemampuan berbeda. Kalau orang lain ternyata memiliki kesempatan untuk sekolah tinggi, kita juga pasti punya hal lain yang lebih bisa kita banggakan. Misalnya, jika memiliki kemampuan untuk membuat suatu pola pakaian dengan rapi, atau bisa menggambar dengan indah, maksimalkan kemampuan tersebut. Jangan disia-siakan karena satu atau lain hal. Maksimalkan sosial media, maksimalkan ke hal-hal lain yang mungkin akan menghasilkan benefit untuk hal tersebut.

Ketiga, pastikan untuk tidak ingin langsung berhasil. Nah, menurutku ini yang paling penting. Melakukan sebuah proses kreatif tidak akan langsung mendapatkan hasilnya. Proses kreatif haruslah dikerjakan dengan penuh kesabaran. Karena Tuhan juga nyiptain manusia gak langsung jadi CEO, dia merangkak dulu dari air mani kemudian jadi jabang bayi, lahir ke dunia, tumbuh, dan jadi orang dewasa.

Keempat, keef focus. Nah ini yang sering kali sulit dijalanlan. Fokus pada satu hal bisa membuat kreatifitas yang sedang kita jalani maksimal. Jika ingin menjadi orang yang multitasking, kuasai satu terlebih dahulu hingga ia tajam. Jangan dulu melangkah pada hal lain sebelum ia benar-benar tajam. Multitasking dengan melakukan satu hal setengah-setengah akan membuahkan hasil yang tidak maksimal.

Dan terakhir, gak ada yang namanya bakat. Aku sering nonton wawancara artis favorit aku, Jay Park. Dia adalah orang yang berhasil sekarang. Yang sudah menempuh banyak banget masalah, termasuk masalah besar saat ia harus di departur dari Korea ke Amerika. Tetapi, dia bisa survive, dia melatih dirinya terus menerus. Dia gak nyerah dengan kondisi yang ia alami. Hingga sekarang dia terus kerja keras tanpa orang lain tahu kerja keras dia. Yang orang tahu, dia udah jadi terkenal dan menyandang banyak penghargaan. Tetapi di balik itu semua ada proses kreatif yang terus ia lakukan. Dan dia sendiri bilang `gak ada yang namanya bakat` semua yang ia miliki pure dari hasil kerja keras dia latihan.

Sekian tulisan kali ini. Semacam refleksi lagi sih. Semoga bisa bermanfaat untuk siapapun yang mampir baca tulisan ini. Have a nice day, have a cup of coffee today :). Let`s see what happen in Yogya tommorow. Wish me luck ^_^

Read more

30 Days Creatives #9 - Siap ke Yogya Lagi

Gak tahu udah berapa kali menyambangi kota ini, tapi tetep aja mau balik lagi.

Yogya bagiku adalah kota yang sangat indah yang dipenuhi dengan nuansa budaya yang kental. Mulai dari suara orang Jawanya  saat berbicara, gaya bangunannya, udaranya, dan segala hal tentang Yogya aku sangat tertarik.

Pulang pergi Yogya naik kereta entah udah berapa kali. Baik itu untuk cuma liburan ataupun untuk keperluan organisasi bareng temen-temen. Apakah ada kota di luar sana yang seindah Yogya? Aku sering banget ngarep tinggal di sini, meskipun aku belum banyak usaha dan belum terlalu berani untuk melakukannya. Maka dari itu, sekarang setelah lulus ini aku nyobain untuk berangkat sendiri ke sana. Ya, dan benar-benar sendiri.

Waktu ke Yogya kemarin emang sempet aku berangkat sendiri dari Kiara Condong ke Yogya, tapi temenku nunggu di stasiun Banjar. Waktu itu kita mau liburan bareng. Dan sekarang sih bener-bener sendiri.

Waktu Tiba Beda

Seingat aku dulu sewaktu ke Yogya aku bisa ngabisin waktu sampai 12 Jam di kereta. Itu udah aku kalkulasiin setiap pergi ke sana. Tapi kok sekarang cuma 8 Jam ya? Apa aku yang salah perhitungan waktu? Jadi sekarang aku berangkat dari Kiara Condong itu pukul 06.30 terus datang ke Lempuyangan jam 03.00 pagi. 

Dan gak ada waktu lain sekarang selain jam tersebut untuk kereta ekonomi Kahuripan. Karena kalo naik Pasundan aku harus berangkat jam lima subuh dan bingung berangkat dari sini naik apa. Bukan gak ada kendaraan dari Bandung ke sana, angkot di Bandung beroprasi 24 jam. Tapi ya, kalian tahu sendiri betapa gak amannya cewek kalo berangkat sendirian malem-malem. Dan aku gak pernah berani berangkat sendirian malem-malem. Dan kalo dikalkulassin, dari Cibiru ke Kiara Condong butuh waktu kira-kira 20 menitan. Aku harus berangkat dari sini pukul 4 subuh, karena harus nuker tiket dulu dan lain-lain.

Tujuan ke Yogya Kali Ini

Kali ini tujuanku pergi ke Yogya untuk ketemu temen lamaku. Waktu aku sering ke Yogya, biasanya kita sering kontekan di sana, ketemu dan sebentar banget. Dan sekarang aku nyempetin waktu untuk ketemu di sana. Dia temen kampungku memang, tapi belum pernah punya waktu bareng untuk jalan-jalan atau sekedar ngopi di angkringan bareng.

Di Yoyga, aku pengennya tuh duduk santai sambil ngopi dan liatin orang jalan. Menikmati kopi di pagi hari sambil dengerin petuah dari orang sana ataupun cerita kakek-kakek tentang indahnya kota Yogya zaman dahulu. Atau berdiskusi ringan dengan anak-anak Yogya yang kritis.

Aku sebenernya bukan orang yang suka jalan-jalan untuk liburan. Seperti dateng ke suatu tempat cuma untuk ngambil foto selfie dan di pajang di sosial media. Terus bela-belain ngambil spot selfie yang bagus cuma untuk bergaya layaknya seorang foto model. Aku bukan tipe orang seperti itu. Dan bisa dibilang aku orang yang ngebosenin, perempuan tua yang terjebak dalam tubuh anak muda.

Bagiku, liburan adalah waktu buat nenangin fikiran dari rutinitas biar gak bosen. Bercerita dengan orang-orang, dengerin cerita orang-orang, karena aku bukan orang yang pandai bercerita, jadi aku lebih seneng dengerin orang cerita, sambil ngopi-ngopi santai. Sehingga rumah biasanya menjadi tempat ternyaman untukku menghabiskan liburan. 

Dan daripada jalan-jalan ke Mall belanja barang-barang mahal yang nantinya rusak juga, atau beli makanan di mall dengan brand yang udah go international, aku lebih suka jajan di angkringan makan nasi kucing dengan sambel dan ikan teri. Wuih mantepnya luar biasa. Atau makan nasi pecel di Malioboro pagi-pagi juga enak banget sambil liatin yang jalan-jalan di pagi hari.

Belum pernah kan nongkrong di Malioboro pagi-pagi sebelum toko-tokonya buka? Asik deh pokoknya. Kita bisa jalan-jalan di sana dengan area yang masih kosong. Biasanya pagi-pagi masih banyak yang belum siapin lapak, jadi banyak yang dagang-dagang pecel nangkring jualan di sana. Ah pokoknya suasana edun pisan nyamannya.

Sehingga untuk keberangkatan ke Yoyga sekarang aku gak minta ditemenin jalan kemana-mana ke temenku itu. Aku cuma mau nikmatin angkringan dan ngobrol-ngobrol aja tentang rencana ke depan kita setelah kuliah. Aku harap Yogya bisa nyambut aku dengan ramah lagi kali ini. Dengan cerita yang berbeda dan nuansa yang gak bisa aku dapetin di kota Bandung.

Oke itu aja dulu deh, semoga aku bisa dapet cerita di Yogya yang lebih menarik. Bismillah deh. Have a nice a day, have a cup of coffee today. :)
Read more

30 Days Creatives #8 - Do it now or never

Jadi kemarin dua hari aku gak nulis karena lupa dan kecapean. Karena apa? Ya, karena aku gak nulis di pagi-pagi setelah aku bangun. Akibatnya aku harus menunda nulis sampai malam hari karena harus kesana kemari. Dan akhirnya malam harinya aku kecapean dan ngantuk berat, hingga menulis pun harus kelewat.

Dan ternyata itu sering banget aku lakuin. Ya, menunda-nunda. Aku sering banget kesel ketika aku menunda satu hal dan pada waktunya aku gak bisa ngerjain hal tersebut. Hal tersebut biasanya aku tunda karena aku punya pekerjaan yang lebih menarik atau ingin mengerjakan hal lain seperti santai dulu atau hal yang tidak penting lainnya.

Dan tahu gak sih akibat dari nunda itu apa, NYESEL. Aku sering nyesel karena menunda-nunda suatu hal. Seperti misalnya kemaren banget, waktu aku dapet info dari temen soal lowongan peneliti di Bandung. Aku gak meriksa pesan itu sampe habis, dan membiarkannya untuk dibaca besok, karena memang kemarin aku sedang sibuk ngedit video untuk di upload. Dan ternyata, setelah keesokan harinya aku baca, lowongan tersebut berakhir hari kemaren, tanggal yang sama waktu pesan tersebut teman aku kirim. Dan aku nyeselnya gak karuan, karena tidak membaca secara tuntas pesan tersebut.

Menunda-nunda suatu pekerjaan adalah hal yang enggak boleh banget kita lakuin. Aku sering banget denger temen-temen aku yang sering nenunda ngerjain tugas waktu kuliah dan pada saat waktu udah deket mereka harus kelabakan nyari kesana kemari untuk ngerjain tugas tersebut. Dan tidak sedikit dari mereka melakukan hal yang curang dengan cara copy paste kerjaan orang lain. Kalau hal tersebut menjadi kebiasaan, akan membentuk mental orang-orang pemalas dan mental orang SKS (Sistem kebut semalam) sehingga selanjutnya akan juga membentuk orang-orang yang inginnya praktis saja.

Yang artinya, ketika orang ingin melakukan suatu hal dengan praktis ia tidak mengenal yang namanya proses yang melelahkan dan panjang. Memang terkadang hasil tidak seimbang dengan proses, tetapi ketika kita melakukan suatu pekerjaan dengan merasakan prosesnya yang panjang dan melelahkan, kita akan merasa puas terhadap diri kita sendiri. Dan kita juga bisa bangga terhadap diri sendiri yang sudah maksimal mengerjakan suatu hal. Mungkin Tuhan juga tersenyum ngeliat kerja keras kita, meskipun misalnya hasil yang kita berikan tidaklah sebagus mereka yang SKS.

Dan berbicara tentang proses, aku akhir-akhir ini dapet curhatan temen yang sedang ingin mengikuti caraku bekerja. Mereka mau ikutin aku karena mereka udah lihat hasilnya. Tetapi sayangnya, dia selalu mengeluh karena dia ngerasa hasil kerjanya tidak seperti punya aku. Dia ingin hasil kerja yang baru dia lakukan sama hasilnya seperti aku yang udah ngerjain setaun. Dan aku fikir itu nonsense. Gak ada kerjaan yang hasilnya bisa dinikmati langsung. Pengen kelapa aja harus manjat dulu baru bisa minum airnya. Apalagi untuk pekerjaan semacam ini. Kita harus menikmati proses dan terus konsisten dengan apa yang ingin kita raih. Aku mungkin di lain hal gak bisa gitu, tetapi ketika senang dengan hal tersebut aku bisa terus berada di jalur itu dan bertahan dengan benturan-benturan yang ada.

Jadi guys, intinya gak ada yang gratis di dunia ini. Pengen internetan gratis aja kalian harus usaha nyari PVN yang bagus dan setting-setting HP biar bisa berhasil dapet internetan gratis. Apalagi untuk nyari uang. Gak ada kerjaan yang mudah di dunia ini, kita perlu usaha dan proses yang maksimal untuk mendapatkannya.
Jadi tulisan ini semacam refleksi buat aku sendiri, agar aku belajar untuk mengurangi kebiasaan menunda-nundan pekerjaan. Semoga kalian juga teman-teman. Have a nice day, have a cup of coffee today. :)
Read more

30 Days Creatives #7 - Temenku Mulai Nge-Vlog + Vlogger Favorit



Oke, jadi hari ini aku mau ngebahas tentang YouTube.

YouTube di mata aku sekarang sedang heboh sih. Banyak banget yang menggantungkan hidupnya di social media tersebut. Karena memang di YouTube untuk monetisasi lebih mudah dan konten-konten yang dibuat di YouTube lebih mudah ditemukan orang daripada di website. Cara untuk meningkatkan trafik pengunjung juga bisa dibilang sangat mudah. Asal mau sedikit bersabar, dan konsisten dengan konten yang dibuat.

Aku menggeluti YouTube udah satu tahun, dan udah ngerasain pahit manisnya kena banned saat viewers sedang banyak-banyaknya. Tetapi alhamudlillah bisa balik lagi setelah ngebujuk YouTube dengan ngirim surat permohonan. Walaupun konten yang aku buat gak berfaedah. lolol.


Dan hari ini aku denger temen aku mulai bikin vlog. Dia temen kuliah satu angkatan yang beda jurusan, sekarang sedang melanjutkan kuliah S2 di Australia. Tanyakan di Vlognya gimana sulitnya dia meraih beasiswa LPDP untuk bisa sekolah di luar negeri. Ngeri deh perjuangan temenku yang satu ini. Boleh cek di sini. Dia adalah orang yang memiliki kepercayaan diri dan bagi aku dia panutan banget. Keren deh pokoknya.

Aku termasuk penikmat vlog. Dan setiap pagi aku download vlog untuk ditonton saat waktu senggang. Dan aku sendiri sih sebagai penikmat, punya kriteria sendiri vlog seperti apa yang aku senang untuk menontonnya hingga selesai. Aku bukan vloger, tapi penikmat vlog. Jadi aku gak tahu susahnya bikin video vlog atau susahnya ngedit vlog. Jadi, ya mungkin ini bisa dijadiin pertimbangan juga untuk para vloger, untuk targeting viewers yang orang-orangnya semacam aku. Haha.

Gaya Vlog Yang Aku Suka


Akhir-akhir ini aku seneng banget nonton vlognya Joanday. Tema konten dari perempuan asal Amerika-Korea ini adalah dailyvlog. Jadi dia tiap hari ngunggah video di channel Youtubenya. Konten utamanya memang beautyvlog. Tetapi menariknya, setiap hari Joan selalu berusaha menjadi orang yang produktif dan sosialisasi dengan temen-temennya. Biasanya dia ketemu temennya di kafe-kafe sekitaran Korea, jika sedang di Korea. Dia bisa menghabiskan waktu seharian hanya untuk ngobrol dan sharing dengan temen-temennya. 

Yang paling menarik adalah kepribadian Joan. Dia vlogging dengan gaya seusia dia (kelahiran 91), dengan gaya yang apa adanya dan tidak dengan gaya yang too much. Biasanya banyak sekali vloger yang terlalu heboh ketika dia ngevlog. Dan aku gak terlalu suka dengan gaya vloger seperti itu. 

Selain itu, Joan memiliki gaya yang talkaktif. Cara ngobrol Joan yang dengan gayanya banget membuat vlog yang ia miliki terlihat sangat natural. Ketika aku liat vlog dia setiap hari, aku ngerasa udah bersahabat dengan Joan. Soalnya setiap Joan vlogging, aku ngerasa Joan sedang ngobrol dengan aku. Mungkin karena ia seorang announcer, jadi pembawaannya saat vloging sangat enak.

Dan suara saat berbicara itu sangat berpengaruh terhadap apa yang aku lihat. Ketika aku udah denger suara si vloger yang gak enak. Misalnya suara yang gak jelas saat menjelaskan sesuatu, atau ngobrolnya terlalu pelan. Aku bakal langsung pindah ke video lain yang mungkin lebih bagus. Suara dari video yang Joan buat juga jelas, sehingga pendengar menjadi nyaman saat denger. 

Apa Usia Mendukung Ya? lolol


Vloger kedua yang bikin aku jatuh cinta banget sama vlognya tidak lain adalah Gita Savitri Devi. Aku nonton video Gita sudah semenjak sebelum masuk S2. Karena waktu itu aku ngebet banget  pengen ke Jerman untuk kuliah di sana. Dan video awal yang aku liat dari Gita adalah videonya yang berjudul Kuliah di Jerman (Living Cost...) kalo gak salah. Dari sekian kecil vlog yang aku lihat, gak ada yang pembawaannya seenak gita. Waktu aku liat vlognya Gita, aku kaya langsung `Loh, kok ini anak keren ya.`. 

Gita memiliki gaya yang apa adanya saat ngevlog. Dia lebih ceplas ceplos ngobrolnya dan punya jiwa yang free dengan kepedulian yang tinggi. Menurutku, dia anak kekinian yang punya cara berfikir yang keren dan membanggakan. Itu tergambar di konten-konten vlognya yang biasanya ia isi dengan opini-opini. Dia juga punya cara pandang yang gak kaku, yang gak memandang satu kelompok paling benar dan satu lagi salah.

Gita seusia aku, Joan juga seusia aku. Mungkin kita berada di fase yang sama dimana kedewasaan semacam itulah yang aku senengin. Bukan lagi gaya-gaya usia belasan yang masih nyoba-nyoba hal baru. Mereka buat aku nyenengin buat dilihat, ketika dilihat rasanya adem, memberikan energi dan menginspirasi. Tapi adakalanya mereka heboh juga dengan cara orang seusia mereka.

Jadi ini udah hari ke 7 aku nulis. Hari ini sebenernya kaya aku agak bingung apa yang mau ditulis. Tapi selalu ada jalan ketika keinginan kuat. Sekian tulisan hari ini. Have a morning coffee :) 
Read more

30 Days Creatives #6 - Pengalaman Sekolah TOEFL dengan Mr. Budi Waluyo

Sebenernya udah lama disuruh nulis tentang pengalaman Sekolah TOEFL oleh Mr. Budi Waluyo. Tapi, karena bulan-bulan kemaren sedang sibuk-sibuknya menghalau malas untuk mengerjakan tesis, jadi baru bisa sharing sekarang.

Jadi teman-teman, aku baru tahu kalau ada yang namanya sekolah TOEFL gratis setelah dikasih tau temen sekitar 8 atau 9 bulan yang lalu. Aku ikut sekolah TOEFL gratis ini selama kurang lebih 8 bulan. Dengan pertemuan 6 minggu untuk structure, 12 minggu untuk written expression, dan 11 minggu untuk listening dan reading. Dan, jangan tanya biaya, karena sekolah ini bener-bener gratis. Mr. Budi ikhlas banget berbagi ilmunya dengan kita. Yang ikutan sekolah inipun tidak hanya dari kalangan mahasiswa, tetapi mulai dari anak sekolahan, hingga ibu-ibu rumah tangga. Kalau gak percaya, silakan baca komenan mereka di facebooknya sekolah TOEFL.

Aku ikut sekolah TOEFL periode 7, dan banyak banget yang ikutan. Kita hanya harus bermodalkan kuota internet beberapa menit. Kemudian mengunduh handbook, setelah itu kita kerjakan sendiri di rumah dan pelajari handbook tersebut. Handbook yang didapatkan isinya berupa materi dan latihan soal-soal. Kalau kalian pernah ikutan kursus TOEFL soal-soalnya juga tidak jauh berbeda.

Kewajiban di Sekolah TOEFL

Mr. Budi selalu menulis tentang kewajiban di Sekolah TOEFL. Tetapi padahal dia tidak memberikan sangsi atau apapun, semacam mengeluarkan peserta dari grup, atau hal lain yang berbentuk teguran. Yang aku rasakan selama ikutan sekolah TOEFL, kewajiban tersebut lebih kepada kewajiban terhadap diri sendiri untuk bisa melatih diri agar disiplin. Dan ketika tidak mengikuti kewajiban tersebut, hukumannya juga didapatkan oleh diri sendiri, seperti misalnya ketinggalan dalam materi, tidak mengerti materi, dan hilangnya kedisiplinan diri. 

Dan itu pengajaran yang sangat keren menurutku. Tidak ada punishment dari Mr. Budi sendiri. Tetapi punishment kita yang buat dan kita yang menanggung. 

Download Materi


Di sekolah TOEFL kita harus download materi seminggu sekali, ikutan question of the day dua hari sekali, dan ikutan temu online seminggu sekali. Untuk materi yang diberikan dimulai dari yang mudah-mudah, seperti penempatan a dan an, dan materi structure dasar lainnya. Tetapi jika ketinggalan materi ini dan tidak paham materi dasar ini, kesananya juga bakal kelabakan. Karena banyak soal yang dibikin eror nantinya harus kita cari kesalahannya.

QOTD

Selanjutnya untuk question of the day, ini yang harus benar-benar kita jaga konsistensi untuk selalu mengikutinya. Mr. Budi mewajibkan tetapi ya seperti tadi, dia tidak menghukum yang tidak ikutan. Hukumannya yang ditanggung sendiri, yaitu tidak terbiasa mengerjakan soal-soal. Biasanya question of the day (QOTD) berupa soal-soal yang mudah dan yang sulit. Setelah kita menjawab, dua harinya Mr. Budi langsung memberikan soal baru dan menjawab soal sebelumnya dengan penjelasan terperinci.

Karena yang ikut sekolah TOEFL sangat banyak, bisa sampai ribuan di awal-awal, jadi Mr. Budi tidak bisa menjawab semua pertanyaan kita. Sehingga biasanya beliau memberikan kesempatan untuk kita bertanya kepada mentor yang juga ikhlas untuk ditanya-tanya.

Temu Online

Untuk temu online ini dilakukan setiap seminggu sekali. Temu online ini dilakukan untuk ngebahas soal-soal dari handbook kita. Jadi, di dalam handbook itu ada soal-soal yang harus dikerjakan. Mulai dari soal yang sedang-sedang saja tingkat kesulitannya, hingga yang lumayan sulit. Mr. Budi biasanya melakukan temu online setiap malam Senin. Dia biasanya upload jawaban beserta penjelasannya. Dan kita tinggal menyesuaikan jawaban serta menginputnya di Facebook. Kalo ada yang gak ngerti, Mr. Budi ngizinin kita buat nanya di sosial medianya, atau bisa juga lewat mentor.

Selama pertemuan tujuh bulan itu biasanya ada evaluasi bulanan untuk test TOEFL asli. Selama sekolah TOEFL tersebut, kita dikasih jatah 3x ikutan test TOEFL asli. Dan yang ketiganya adalah final test.

Setelah Ikutan Sekolah TOEFL

Setelah ikutan sekolah TOEFL aku sadar satu hal dan belajar banyak hal. Yang pasti, dari sekolah TOEFL ini aku belajar, dan tahu apa itu kerja keras dan pentingnya konsistensi untuk belajar. Intinya di sekolah TOEFL kita diajak untuk melakukan latihan, sehingga kita bisa terbiasa menjawab soal-soal bahasa Inggris. 7 bulan itu bukan waktu yang sebentar untuk belajar, jika memang kita serius dan tekun dengan pelajaran tersebut.

Belajar bahasa Inggris itu memang butuh latihan-latihan. Bukan hanya listening saja, tetapi latihan soal-soal untuk TOEFL akan sangat membantu kita untuk terbiasa dengan soal-soal dan sedikit-sedikit paham dengan tulisan bahasa Inggris. Belajar bahasa, pada intinya adalah tentang kebiasaan. Jadi mau belajar bahasa apapun, kalau tidak dibiasakan dan dipraktekan akan sulit. Jadi, kalau ada yang tanya bagaimana belajar bahasa Inggris dengan cepat, gak bakalan ada. Kecuali kalian masuk lagi ke perut ibu, terus lahirnya di Amerika, dan tumbuh gede di sana dengan ibu bule.

Mr. Budi selalu menekankan untuk menjaga konsistensi di setiap pertemuan QOTD ataupun temu Online. Karena memang, tidak sedikit dari peserta sekolah TOEFL yang akhirnya gugur di tengah jalan, karena mungkin malas atau ada alasan lain yang menyertainya. Ada juga yang lanjut, tetapi dengan malas-malasan dengan tidak mengerjakan QOTD yang memang sangat membantu perkembangan setiap materi. Dan aku, termasuk yang awal semangat dan selanjutnya malas mengerjakan QOTD di bagian listening, karena terlalu ribet harus download materi listeningnya. Jangan ditiru ya lol.

Tapi, alhamdulillah saat tes TOEFL kedua, aku dapet skor 500. Skor yang aku gak nyangka banget dari skor test awal cuma 470an. Dan itulah, proses tidak pernah membohongi hasil. Kalau kita serius saat berproses, kita bakal menerima hasil dengan puas. Dan kalau kita gak serius dengan proses yang kita jalani, terimalah hasilnya dengan lapang.

And have a nice day, have a cup of coffee today. :)
Read more

30 Days Creatives #4 - Kerja Jadi Content Writer Freelance


This chillin is killing me. But i have to fight them, I am ready to writing now.

Oke jadi kali ini aku mau ngebahas tentang pekerjaan aku sehari-hari. Pekerjaan yang memang sudah aku damba-dambakan dari dulu, dan ternyata bisa aku dapatkan dengan mudah. Iya, pekerjaan tersebut adalah menulis.

Bagiku, hobi haruslah menghasilkan sesuatu. Baik itu berupa materil ataupun penghargaan. Karena dengan begitu kita bakalan tahu perkembangan dari hobi yang sedang kita geluti. Bagi orang mungkin hobi itu hanyalah pemuas batin, bagiku itu terlalu sia-sia. 

Jadi, beberapa bulan ke belakang, sudah hampir setengah tahun aku bekerja sebagai freelance content writer website. Aku kira pekerjaan seperti itu memang membutuhkan tenaga yang banyak, sehingga aku dari dulu menunda-nunda untuk mencari pekerjaan freelance menulis di website. Dan ternyata pekerjaan menjadi content writer, di tempatku bekerja tidak menyulitkan. Ketika dibilang freelance, memang freelance, tidak membuat otak mumet karena harus mengejar date line.

Fee Perkata


Konten yang aku tulis di website biasanya tentang teknologi dan furniture. Kalo masalah furniture aku banyak strugglenya, soalnya gak tahu banyak tentang hal-hal yang seperti itu. lol. Setiap bulannya aku dikasih jatah 45 judul, yang harus aku selesaikan tidak boleh lebih dari 30 hari. Untuk bayaran memang tidak terlalu besar, biasanya aku dibayar perkata (400+ kata/ Rp. 8000, 500 +kata/Rp. 10.000, dan 600+ kata /Rp. 12.000). Lumayan memang buat mahasiswa yang sedang sibuk kuliah untuk tambahan uang jajan.

Semakin lama aku mengerjakan dan menulis setiap hari, 400 kata itu rasanya tidak banyak. Bahkan menulis 600 kata saja menjadi sangat mudah. Sehingga dari pekerjaan ini aku banyak belajar bagaimana cara menulis dan bagaimana kebiasaan itu menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga. Sehingga pekerjaan menjadi content writer menjadi pekerjaan yang sangat ringan setelah beberapa bulan ngejalanin. Memang awalnya rasanya beban banget, dan 400 kata itu kaya nulis satu makalah. Tapi day by day, semua beban itu sudah hilang karena terbiasa.

Pengalaman Melamar di Tempat Lain

Tempat freelance yang aku kerjain sekarang, adalah yang website yang pertama aku apply. Dan masih bertahan hingga sekarang, karena hubungan antara owner dan pekerjanya sangat humanis. Owner dari tempat aku bekerja tidak memposisikan aku sebagai bawahan yang diperintah-perintah seenaknya, atau ketika aku salah aku dimarahin. Enggak, owner tempatku bekerja, alhamdulillah sadar banget kalau pekerjanya juga manusia yang bisa diajak kerjasama sehingga relasi yang terjalin hingga saat ini sangat baik.

Setelah aku ngerasa nyaman dengan pekerjaan sebagai content writer, saat kuliah aku sudah mulai kosong, aku berinisiatif untuk mencari tempat kerja sebagai content writer yang lain. Karena kalau dirasa-rasa, menulis artikel 45 judul sebulan tidak memakan waktu banyak dan sangat santai. Sehingga aku rasa aku bisa nambah lagi mengambil yang lain.

Nah, saat itu aku dapet deh kerjaan itu dari salah satu tempat pencari kerja online. Waktu itu aku apply dan langsung disuruh nulis di website. Dan si ownernya ini saat aku hubungin dia bossy banget deh. Obrolannya formal banget, dan aku kaya ngobrol sama boss yang galak dan sekali salah langsung dimarahin. Dan sayangnya, pekerjaan yang dia kasih juga tidak jauh berbeda dengan kepribadian si ownernya, alias tegaan.

Waktu itu, aku dikasih pekerjaan untuk menulis artikel 1000 kata per artikel. Dan satu hari harus dapat tiga artikel. Dan bayarannya lebih kecil daripada aku nulis 600 kata di tempat aku kerja yang pertama. Itu buatku tidak masalah, ketika owner dan aku bisa bekerjasama dan dia membimbing. Tetapi malangnya nasibku, owner website ini tidak ngasih aku petunjuk yang jelas apa yang harus aku tulis. Aku harus mencari judul sendiri, saat aku tanya tulisan tipe apa yang harus aku tulis, dia bilang tulis aja. Dan aku pun nulis langsung, dan langsung di posting saja, karena aku takut kalo kebanyakan nanya malah dimarahin lagi. Dan... setelah aku posting aku dimarahin, karena dia bilang aku sok tahu, ujug-ujung posting tulisan padahal tulisanku masih jelek.

Jleb... deh langsung aku patah semangat dari sana, dan langsung membandingkan dengan tempat kerjaku yang pertama. Aku langsung good bye deh undur diri, karena gak bisa kerja dengan orang seperti itu. 

And the second, tempat kerja yang aku apply yang kedua ini berbeda juga. Kalo yang ini mereka itu kaya nerima job untuk menulis artikel iklan kaya gitu. Misalnya mereka diminta untuk menulis artikel tentang obat-obatan, seperti obat herbal dan lain sebagainya. Dan konten yang mereka berikan biasanya kata kuncinya hampir mirip satu dengan yang lainnya.

Untuk tempat kerja yang ini aku dikasih dateline sampai jam lima sore. Dan jika telat mendapatkan denda (tetapi ternyata aturan tersebut tidak begitu berlaku). Biasanya aku menulis sepuluh artikel sehari di tempat ini. Tetapi, rasanya sangat membosankan, kenapa? Karena di tempat ini aku harus nulis satu tema artikel dengan kata kunci yang hampir sama. Perbedaan kata kunci tersebut biasanya hanya berbeda satu atau dua kata. Dan itu membuat aku bosan saat nulis, bahkan ketika dapat 15 judul yang harus ditulis, aku udah kehabisan kata. 

Tetapi untuk owner di tempat kerjaku ini orangnya ramah dan friendly banget. Jadi, sewaktu dia telat bayar gaji aku pun aku masih sabar nunggu meskipun yang lain udah protes. Dan, aku cuma bisa bertahan sebulan kerja di tempat ini. Karena ngerasa bosan harus nulis kata kunci yang hampir sama dalam sehari.

Itulah pengalaman aku bekerja sebagai content writer di website. Atleast yang paling nyaman hingga sekarang adalah tempat kerja aku sekarang. Meskipun tidak ada kenaikan gaji atau apapun yang berbentuk bonus, selain THR pulsa, aku ngerasa sudah betah kerja di tempat ini. 

And thats my morning story today, I hope you have great morning. And have a cup of coffee. :)
Read more