YouTube di mata aku sekarang sedang heboh sih. Banyak banget
yang menggantungkan hidupnya di social media tersebut. Karena memang di YouTube
untuk monetisasi lebih mudah dan konten-konten yang dibuat di YouTube lebih
mudah ditemukan orang daripada di website. Cara untuk meningkatkan trafik
pengunjung juga bisa dibilang sangat mudah. Asal mau sedikit bersabar, dan
konsisten dengan konten yang dibuat.
Aku menggeluti YouTube udah satu tahun, dan udah ngerasain
pahit manisnya kena banned saat viewers sedang banyak-banyaknya. Tetapi alhamudlillah
bisa balik lagi setelah ngebujuk YouTube dengan ngirim surat permohonan.
Walaupun konten yang aku buat gak berfaedah. lolol.
Dan hari ini aku denger temen aku mulai bikin vlog. Dia
temen kuliah satu angkatan yang beda jurusan, sekarang sedang melanjutkan
kuliah S2 di Australia. Tanyakan di Vlognya gimana sulitnya dia meraih beasiswa
LPDP untuk bisa sekolah di luar negeri. Ngeri deh perjuangan temenku yang satu
ini. Boleh cek di sini. Dia adalah orang yang memiliki kepercayaan diri dan bagi aku dia panutan banget. Keren deh pokoknya.
Aku termasuk penikmat vlog. Dan setiap pagi aku download vlog untuk ditonton saat waktu senggang. Dan aku sendiri sih sebagai penikmat, punya kriteria sendiri vlog seperti apa yang aku senang untuk menontonnya hingga selesai. Aku bukan vloger, tapi penikmat vlog. Jadi aku gak tahu susahnya bikin video vlog atau susahnya ngedit vlog. Jadi, ya mungkin ini bisa dijadiin pertimbangan juga untuk para vloger, untuk targeting viewers yang orang-orangnya semacam aku. Haha.
Gaya Vlog Yang Aku Suka
Akhir-akhir ini aku seneng banget nonton vlognya Joanday. Tema konten dari perempuan asal Amerika-Korea ini adalah dailyvlog. Jadi dia tiap hari ngunggah video di channel Youtubenya. Konten utamanya memang beautyvlog. Tetapi menariknya, setiap hari Joan selalu berusaha menjadi orang yang produktif dan sosialisasi dengan temen-temennya. Biasanya dia ketemu temennya di kafe-kafe sekitaran Korea, jika sedang di Korea. Dia bisa menghabiskan waktu seharian hanya untuk ngobrol dan sharing dengan temen-temennya.
Yang paling menarik adalah kepribadian Joan. Dia vlogging dengan gaya seusia dia (kelahiran 91), dengan gaya yang apa adanya dan tidak dengan gaya yang too much. Biasanya banyak sekali vloger yang terlalu heboh ketika dia ngevlog. Dan aku gak terlalu suka dengan gaya vloger seperti itu.
Selain itu, Joan memiliki gaya yang talkaktif. Cara ngobrol Joan yang dengan gayanya banget membuat vlog yang ia miliki terlihat sangat natural. Ketika aku liat vlog dia setiap hari, aku ngerasa udah bersahabat dengan Joan. Soalnya setiap Joan vlogging, aku ngerasa Joan sedang ngobrol dengan aku. Mungkin karena ia seorang announcer, jadi pembawaannya saat vloging sangat enak.
Dan suara saat berbicara itu sangat berpengaruh terhadap apa yang aku lihat. Ketika aku udah denger suara si vloger yang gak enak. Misalnya suara yang gak jelas saat menjelaskan sesuatu, atau ngobrolnya terlalu pelan. Aku bakal langsung pindah ke video lain yang mungkin lebih bagus. Suara dari video yang Joan buat juga jelas, sehingga pendengar menjadi nyaman saat denger.
Apa Usia Mendukung Ya? lolol
Vloger kedua yang bikin aku jatuh cinta banget sama vlognya tidak lain adalah Gita Savitri Devi. Aku nonton video Gita sudah semenjak sebelum masuk S2. Karena waktu itu aku ngebet banget pengen ke Jerman untuk kuliah di sana. Dan video awal yang aku liat dari Gita adalah videonya yang berjudul Kuliah di Jerman (Living Cost...) kalo gak salah. Dari sekian kecil vlog yang aku lihat, gak ada yang pembawaannya seenak gita. Waktu aku liat vlognya Gita, aku kaya langsung `Loh, kok ini anak keren ya.`.
Gita memiliki gaya yang apa adanya saat ngevlog. Dia lebih ceplas ceplos ngobrolnya dan punya jiwa yang free dengan kepedulian yang tinggi. Menurutku, dia anak kekinian yang punya cara berfikir yang keren dan membanggakan. Itu tergambar di konten-konten vlognya yang biasanya ia isi dengan opini-opini. Dia juga punya cara pandang yang gak kaku, yang gak memandang satu kelompok paling benar dan satu lagi salah.
Gita seusia aku, Joan juga seusia aku. Mungkin kita berada di fase yang sama dimana kedewasaan semacam itulah yang aku senengin. Bukan lagi gaya-gaya usia belasan yang masih nyoba-nyoba hal baru. Mereka buat aku nyenengin buat dilihat, ketika dilihat rasanya adem, memberikan energi dan menginspirasi. Tapi adakalanya mereka heboh juga dengan cara orang seusia mereka.
Jadi ini udah hari ke 7 aku nulis. Hari ini sebenernya kaya aku agak bingung apa yang mau ditulis. Tapi selalu ada jalan ketika keinginan kuat. Sekian tulisan hari ini. Have a morning coffee :)

0 komentar