Showing posts with label Morning Story. Show all posts
Showing posts with label Morning Story. Show all posts

30 Days Creatives #27 Belajar Tidak Menyalahkan orang Lain

Benar-benar sudah lama ya, apa kabar?

Hari ini aku mau menulis saja, tentang hal-hal yang akhir-akhir ini benar-benar sangat mengganggu fikiran. Sebuah perasaan dimana mungkin aku sedang beradaptasi di sebuah tempat yang rasanya masih baru, meskipun sudah lama.


Aku berada di lingkungan baru, dimana aku harus menyesuaikan diri kembali dengan keadaan-keadaan, dengan lingkungan dimana semuanya sudah berbeda. Aku juga harus kembali menggali diri sendiri dan memposisikan lagi diri. Dimana aku harus benar-benar menyesuaikan budayaku dengan budaya mereka. Dimana, aku akan terpengaruhi dan aku akan mempengaruhi. Dimana, kebiasaan yang sudah aku rubah di tempat lama, mungkin akan kutemukan lagi di tempat baru dan harus kembali aku hadang. Melelahkan? Memang iya.

Bagiku, tempat baru bukan tempat yang mudah untuk dihadapi. Dan iya, sekarangpun begitu. Aku harus menemukan hal lama yang sudah aku hindari di tempat baru. Hal lama itu, adalah 'Menyalahkan Orang Lain'. Ya, hal itu merupakan hal lama yang sudah bisa ku atasi di tempatku dulu. Tetapi, kini datang lagi di tempat baruku. Ini benar-benar sangat melelahkan melihat orang lain harus menyalahkan yang lain saat mereka melakukan sesuatu hal yang salah karena ingin membela diri sendiri.

Aku ingat betul dulu kenapa aku memutuskan untuk berhenti berlaku menyalahkan orang lain ketika ada sesuatu hal yang terjadi. Seperti misalnya begini : "aku melakukan kesalahan kepada atasan, dan kesalahan tersebut terjadi karena teman mengatakan harus begini. Dan aku mengikuti perkataan temanku harus begini. Jadi, saat aku disalahkan atasan atas kerjaku itu, aku bilang pada atasanku kalau itu salahnya temanku yang memberitahu hal seperti itu." Nah, aku sudah putuskan untuk menghentikan hal tersebut, menyalahkan orang lain atas keputusan yang aku ambil. Meskipun mungkin sesekali tanpa sadar aku melakukannya, tetapi aku sudah berhenti untuk hal seperti itu untuk membela diri sendiri.

Keputusan ini aku buat ketika, dulu aku punya teman yang selalu melakukan hal itu. Maksudnya, menyalahkan orang lain ketika ada sebuah kesalahan yang mengikutsertakan dia. Aku selalu memerhatikan orang tersebut, dan rasanya tidak enak ketika aku melihat dia terus menerus melakukan itu. Aku memutuskan untuk tidak menegur dia, tetapi aku sendiri yang berusaha untuk tidak menjadi seperti dia. Karena melihatnya saja sudah tidak menyenangkan dan menjadi bagian dari orang yang dia salahkan tentu saja hal yang menyakitkan. Makanya, aku putuskan untuk tidak menjadi seperti dia.

Atau kasusnya seperti ini : Misalnya kita pergi ke sebuah tempat pilihanku, dan aku berangkat bersama teman tersebut, tetapi tempatnya ternyata tidak asyik. Dan temanku lantas bilang kepadaku "Ah, kamu sih pilih tempat ini, coba tadi kesana." Hal seperti itu juga merupakan hal yang benar-benar harus dihindari dalam sebuah hubungan dengan manusia.

Dan sedihnya, sekarang aku menemukan kembali lingkungan dimana orang-orang saling menyalahkan. Mereka membela diri sendiri dengan membawa-bawa nama orang lain ketika mereka salah, dan ended up orang lain yang salah, bukan introspeksi malah introspeksi diri.

Aku tidak tahu kenapa seperti itu, mungkin karena dulunya orang tua mereka sering menyalahkan katak ketika anak mereka terjatuh saat masih belajar berjalan.
Read more

30 Days Creatives #25 Pendidikan dari Bapak

Bapak adalah orang yang tidak bisa digantikan orang lain. Bukan dalam artian karena dia adalah bapakku sendiri. Tetapi, bapak memiliki jiwa yang berbeda dengan orang lain. Bapak adalah orang yang berani mengatakan tidak, jika ia tidak setuju. Dan berani mengatakan jangan, ketika ada hal-hal yang tidak ia senangi.

Begitupun dalam mengajarkan kami di rumah, bapak sangat strick dengan segala hal yang sifatnya tidak berguna. Seperti misalnya, bapak tidak pernah mengizinkan kami di rumah untuk nonton televisi sebelum shalat Isya. Pokoknya, tidak boleh nonton TV dari waktu Magrib ke Isya. Dan kami tidak pernah berani menyentuh remot untuk menghidupkan televisi.

Karena jarak dari rumah ke masjid hanya beberapa langkah, kami harus ke masjid setiap shalat magrib dan isya. Dan itu wajib, tidak ada kata tidak. Kemudian setelah magrib harus ngaji. Dan bapak adalah guru ngaji pertamaku. Dan karena dekat dengan masjid, bapak tidak pernah shalat di rumah. Ia selalu pergi ke masjid untuk mengimami shalat, ataupun munfarid.


Bapak sangat ketat dalam hal-hal ibadah. Kami juga tidak boleh menunda-nunda shalat. Pokoknya setelah adzan harus segera ke air mengambil wudhu. Kalau tidak, bapak akan menatap kami dengan tatapan yang serem, dan bikin kami ciut. Segeralah kami pergi ke air, untuk mengambil wudhu.
Tetapi, ternyata pengajaran itu sampai sekarang sangat melekat. Aku setiap ingin menonton TV setelah salat magrib, sebelum Isya, merasa bersalah dan merasa ada hal yang salah yang aku lakukan. Apalagi untuk masalah shalat tepat waktu, aku sampai sekarang selalu mempertahankan untuk solat tepat waktu. Karena selalu merasa bersalah ketika menunda shalat.

Pendidikan dari bapak dulu tidak pernah aku sadari sampai sejauh ini menemaniku. Dulu aku selalu kesal karena bapak yang terlalu strick pada anak-anaknya. Tetapi, aku sekarang tahu kenapa orang tua berlaku seperti itu. Karena memang pendidikan usia dini adalah hal yang paling penting diterapkan kepada anak-anak. Dan akan mempengaruhinya sampai ia beranjak dewasa.

Sehingga, ketika orang tua berfikir bahwa anak-anak mereka nakal. Shalat selalu ditunda-tunda dan bahkan tidak melakukannya. Seharusnya mereka berintrospeksi, sudahkan pendidikan di rumah benar?

Aku yakin itulah sebabnya pendidikan itu sangat penting bagi orang tua. Bapakku memang bukan lulusan universitas. Dia hanya lulusan SD. Tetapi dia belajar agama dengan serius. Dia mempelajari setiap hal dari kehidupannya. Jadi, maksudku berpendidikan bukan hanya pendidikan formal. Tetapi, bagaimana mereka bisa mengambil setiap hikmah dan pelajaran dari orang-orang sekitar dan peristiwa yang mereka temukan.

Aku menemukan bapak seperti itu. Dia bukan orang yang berpendidikan tinggi, tapi bisa membuatku melakukan hal-hal yang positif sampai sekarang aku dewasa. Yang ternyata, tidak banyak orang tua yang memiliki cara mendidik anak, seperti halnya bapakku.

Pendidikan orang tua adalah pendidikan yang utama bagi anak-anak. Hal ini membuat aku selalu berfikir keras untuk menentukan pasangan hidup. Di usiaku yang sudah tidak muda, aku tidak ingin buru-buru Karena usiaku. Dalam pandanganku, berumah tangga bukan hanya menjalin asmara dan meruntuhkan segala pandangan orang lain tentang perempuan yang sudah berumur dan belum menikah.

Karena bagiku, rumah merupakan tempat dimana anak-anak akan tumbuh dan berjalan di muka bumi mengemban amanah-amanah. Dari situ peran orang tua sangatlah penting. Jika pasanganku tidak bisa mendukungku untuk mendidik anak-anak, aku tidak akan bisa mengajarkannya sendirian. Karena ketidaksinergian dalam rumah tangga adalah kehancuran. Bukannya begitu?
Read more

30 Days Creatives #22 Nikmati Pagi dengan Bersyukur


Aku sering lupa, bahwa setiap pagi adalah berkah yang tidak harus aku biarkan pergi begitu saja. Aroma pagi, adalah aroma yang sangat dirindukan orang-orang. Sejuknya embun, yang lewat ke hidung adalah sebuah nikmat yang tak terbatas.

Mandi di pagi hari, adalah rutinitas yang luar biasa menyegarkan. Setelah olah raga kecil, badan yang lelah setelah bangun tidur, dengan ribuan mimpi-mimpi tidur yang abu-abu dan membuat fikiran penuh dengan sesuatu yang hambar. Mengguyur badan dengan air akan membuat badan benar-benar seperti berada dalam dunia yang tidak pernah terjamah oleh kesedihan. Kesegaran yang Tuhan cipatakan lewat cipratan-cipratan air adalah kenikmatan sejati yang harus selalu disyukuri.

Senyum, adalah sebuah syukur yang tidak terucap. Tuhan akan tahu. Menyambut pagi dengan senyum adalah syukur tak terucap yang benar-benar Tuhan pahami.

 Kemudian, sarapan sederhana yang dibuat dengan hati yang damai, adalah manifestasi dari cinta Tuhan yang amat besar. Selamat pagi, semoga pagi kita senantiasa selalu damai dan menyegarkan. Mwah <3
Read more

30 Days Creatives #19 Refund Tiket Kereta di Stasiun Kiara Condong

Stasiun Kiara Condong
Source : Serba Bandung
Jadi, karena bingung mau cerita apa, sekarang aku mau sedikit berbagi tentang Refund tiket kereta api di Stasiun Kiara Condong Bandung.

Jadi kenapa aku refund tiket kereta api tersebut? Begini ceritanya:
Aku kan ikutan tes CPNS gitu di Kemenag. Nah, setelah lulus pemberkasan, aku udah dapet jadwal buat tes CAT. Kebetulan tempat aku tes dan tempat aku apply CPNS sama-sama di Purwokerto waktu itu. Karena takut kehabisan tiket, gak lama setelah pengumuman, langsung deh aku pesen tiket kereta pake traveloka. 

Gak lama kemudian, beberapa jam, gak sampe satu hari setelah pemesanan ternyata ada pengumuman lagi perubahan jadwal dari Kemenag. Dan aku gak mau buru-buru balikin tiket waktu itu, karena Kemenag bilang kalau tes dan pengumuman tempatnya akan segera diumumkan kembali dalam waktu yang gak lama. Maka, aku putusin buat gak buru-buru refund itu tiket.

Dan ternyata, CPNS tahun 2017 ini agak ngeselin. Karena nunggu jadwal baru ternyata lumayan lama. Maka, terpaksa aku harus refund tiket sehari sebelum pemberangkatan. Takutnya kalau pas di hari H berangkat, aku telat dan gak bisa balik lagi tuh duit buat beli tiket.

Aku biasa beli tiket di Traveloka, karena gampang dan banyak pilihan gitu. Dan biasanya dapet poin dan banyak juga voucher yang bisa digunakan buat ngirit bayar tiket. Biasanya aku bayar di Alfamart terdekat, walaupun harus bayar biaya dll, aku tetep lebih senang beli di Traveloka.

Alhasil, aku harus refund tuh tiket ke Stasiun. Tapi ternyata refund tiket ke stasiun di Kiara Condong gak sesusah yang aku bayangin. Gampang banget, dan kayaknya si abangnya udah ngerti, karena mungkin banyak juga yang balikin tiket waktu itu. Bisa jadi, ceritanya sama kaya aku.

Gak mikir lama, aku langsung dateng ke Stasiun Kiara Condong waktu itu. Karena gak tahu harus ke mana dulu, aku langsung tanya aja ke bagian informasi/call center atau apa istilahnya lupa. Pokoknya dia ada di ruang depan yang ruangannya pake kaca semua. Datenglah aku ke sana dengan wajah bingung dan langsung nanya ke si mas-mas yang ada di sana.

Tanpa nanya kenapa dan bagaimana, si mas tersebut langsung ngasih aku kertas yang harus diisi di sana. Kalo gak salah aku harus ngisi nomor KTP dan alamat lengkap. Waktu itu aku belum cetak itu tiket di tempat nyetaknya.  Setelah itu aku langsung suruh antri di loket 1. Dan di informasi loket 1 tertara tulisan `Pengembalian Tiket`.

Gak lama setelah ngantri, giliran aku. Petugasnya langsung minta KTP dan kertas yang tadi aku isi yang dikasih sama call center di depan. Dalam data pengembalian, ternyata aku ngisinya cash. Aku kira kalo ngisinya cash bisa langsung dapet di sana. Dan ternyata harus nunggu beberapa hari sampe duitnya cair. Kalo udah cair, kita harus dateng lagi ke stasiun, dan aku males. Jadinya aku ganti sama nomor rekening. Biar kalo udah cair, duitnya bisa langsung masuk ke rekening.

Udah deh, abis itu aku pulang dengan keadaaan kecewa karena duit yang balik cuma seratus ribu dari total pembayaran segala macamnya sekitar 160ribuan. Waktu itu aku kembaliin dua tiket yang bareng aku beli buat temen juga. Potongannya sebenarnya cuma 25%, tapi karena pas di traveloka ada pembayaran lain, dan di Alfamart juga sama, jadi keitungnya lumayan gede.

Oke sekian ceritanya, semoga bermanfaat buat yang mau balikin tiket kereta ke stasiun.
Read more

30 Days Creatives #17 The Human Panda

Eddi Huang
Source : Viceland

Eddie Huang

 "Is a good dude and has a good show, but he's pretty racist against white people lol" - white jared
Aku nemuin orang keren lagi dari kegiatan ngeYoutube. Karena sering ngeYoutube, jadi banyak video yang aku temuin dan itu menarik. Salah satunya adalah ketemu The Human Panda, Eddi Huang.

Eddi Huang, adalah seorang chef imigran dari Taiwan. Tapi, dia bukan chef biasa yang hanya pintar memasak dan memiliki restoran. Dia punya acara jalan-jalan dan nyari makanan, yang keren banget. Kenapa aku bilang keren? Karena di acara tersebut, dia gak melulu bicara soal makanan. Dia bicara tentang kebudayaan, kehidupan sosial dan kehidupan politik dari negara-negara yang ia kunjungi dan dari makanan khas mereka sendiri.

Kehidupan imigran bukanlah kehidupan yang mudah. Kita bisa mendengar banyak cerita dari imigran, betapa sulitnya kehidupan mereka sebagai pendatang. Termasuk di Indonesia sendiri, pendatang Cina adalah orang yang sangat kesulitan hidup di negara Indonesia. Tidak terkecuali Eddi Huang. Di Amerika dia tidak bisa dianggap sebagai orang Amerika, dan di Taiwan dia bukan lagi seorang Taiwan. Meskipun sekarang mungkin lebih baik. Aku gak bisa deskripsikan banyak soal ini, karena aku gak punya pengalaman masalah ini.

Aku senang dengan orang ini karena dia adalah orang yang sangat menjunjung tinggi multikulturalisme. Kenapa aku bilang kaya gitu? karena acara yang dia bawakan sendiri adalah acara keren yang memang mengangkat fakta-fakta dari orang-orang yang terpinggirkan. Dia menguak sisi yang orang lain tidak pernah sentuh. Dan ada tempat yang paling bikin pengen nangis saat nontonnya, ketika Eddi dateng ke kota Detroit. Kota Detroit setelah aku searching adalah kota yang mengalami kebangkrutan. Banyak orang yang menjadi pencuri di kota tersebut, karena rendahnya perekonomian yang mereka dapatkan. Rumah-rumah yang mereka tinggali harus dihancurkan oleh pemerintah, banyak yang menjadi gelandangan. Dan salah satu orang yang dikunjungi Eddi, adalah seorang kakek yang tidak punya tempat tinggal. Dia mengumpulkan puing-puing bangunan yang sudah tidak layak pakai. Anjingnya yang kelaparan yang selalu mencari cela untuk memakan makanan sisa dari majikannya. Kondisi yang sangat menyedihkan terjadi di kota tersebut.

Yang sering bikin aku ngakak, setiap kali dia berbicara dengan orang kulit putih. Dia kadang menyindir mereka dengan cara bicaranya yang jenaka. Dia sering menyindir orang kulit putih, karena mereka adalah orang yang selalu merasa menjadi ras paling baik. Dan menindas terhadap kulit hitam, termasuk juga Asia.

Setiap makanan yang ia temui di setiap negara yang dikunjungi, selalu ia gali dari sisi politisnya dan dari sisi kebudayaannya. Sehingga, meskipun aku gak terlalu ngerti sebagian obrolan yang dia bicarakan, tapi aku kagum dengan acara seperti ini. Nambah pengetahuan kita, dan betapa kita bisa mengengali sebuah kebudayaan, sebuah kondisi politik dari makanan yang mereka sajikan setiap hari di meja makan.

Dari Eddi Huang, aku merasakan semangat untuk selalu mencari tahu dan selalu maksimal dalam menjalankan segala hal. Dia keren, dan salah satu orang yang baru-baru ini aku kagumi.
Read more

30 Days Creatives #15 Kalau Saja Kita Rajin Mencari

How are you, consitent?

Jadi kali ini aku mau cerita sedikit tentang manfaat dari perkembangan internet dewasa ini. Ini karena aku kesel sama temen yang baru-baru ini dateng ke kosan aku, dan balik lagi nanyai hal yang sama.

Jadi gaes, di era modern ini dimana komunikasi, nyari informasi, nyari lowongan kerjaan itu segampang balikin telapak tangan itu bener (masalah diterima atau engga, itu urusan lain). Keberadaan internet sebagai media yang bisa diakses oleh semua kalangan seharusnya bisa menjadi bagian dari fasilitas yang bisa sepenuhnya kita manfaatkan.

Jadi begini, kemarin-kemarin aku dapati temenku yang katanya punya ide mau bikin bisnis ini dan itu. Dia tanya ke aku soalnya aku udah bergelut di YouTube. Dan dia yakin dia juga mau ngembangin bisnisnya di sana. Dan minta bantuan aku. Hari pertama aku jelasin sampe detil apa yang mesti dilakuin kalo mau pake YouTube dan cara hasilin duit. Sampe ke hal-hal yang harus dan tidak harus dilakukan aku jelasin semuanya. Dan dia bilang `oke, i will do it.` Dan dia nyatet poin-poin yang udah aku kasih tau.

Tetapi ternyata gaes, hari selanjutnya dia kembali datang ke kosan aku. Dan nanyai hal yang sama. Dan belum ngerjain apa yang udah aku omongin kemarin sore. Dan aku mengernyitkan dahi.

Bukan masalah aku gak mau ditanyain atau direpotin. Aku seneng banget kalo bisa bermanfaat buat orang lain dan bisa bagiin apa yang aku tahu. Tetapi, kesel juga loh gaes kalo kita udah jelasin berbusa-busa, dan orang tersebut balik lagi dengan pertanyaan yang sama. Hello, i am not Google, that you can ask `em everytime without getting tired. Masih mending kalo dia itu anak kecil yang belum tahu apa-apa masalah internet. Dia orang dewasa yang udah ngerti cara menggunakan internet. Dan juga punya smartphone dan akses Wifi gratis.

Maksudku gini. Jadi, kita udah punya akses mudah buat bisa mengakses internet dengan mudah. Banyak informasi yang bisa kita gali dari internet, kalo udah stuck pencarian kita tanya ke orang lain itu bagus. Kita gak bisa selamanya dicekokin sesuatu yang udah siap makan. Kita harus bisa nyari sendiri. Mental seperti itu haruslah dibangun. Jika terus bertanya dan tidak dikerjakan, tanpa mencari kembali informasi lain yang mungkin bermanfaat. Sia-sia coy.

Untuk permasalahan bisnis di internet, banyak banget informasi yang bisa kita dapatkan dari internet. Aku belajar cara mengembangkan YouTube dan bisa ngasilin duit juga cuma belajar dari internet. Memang pintunya yang ngenalin aku ke YouTube itu kakakku. Tapi, aku gak bisa bayangin kalo aku terus nanya-nanya ke kakak masalah yang padahal bisa aku cari sendiri di internet. Dia gak ngasih tahu bagaimana cara daftar adsense, bagaimana agar video bisa naik dengan cepat. Dia cuma bilang, YouTube itu lebih gampang ngasilin uang daripada blog. Dan aku coba nyari dan coba bikin akun.

Dan yang aku rasain ya gaes, ketika nyari sendiri dan dilakuin. Itu kita bisa jadi lebih kenal dengan karakter dari suatu hal yang kita ingin pegang. Kalo cuma tanya-tanya dan gak dilakuin, sama aja dengan pengen BAB terus males ke kamar mandi. Bye.


Curhatan geje ya gaes, tapi semoga ada yang bisa dipetik dari cerita ini.


Read more

30 Days Creatives #14 Ke Kota Sate Maranggi


Jadi kemaren tanggal 11 September aku dateng ke undangan temen di Purwakarta. Aku selama tinggal di Bandung belum pernah menginjak kota yang bernama Purwakarta. Sering banget denger nama kota tersebut, tapi gak pernah nyoba untuk berangkat ke sana. Dan kali ini aku dapet kesempatan buat pergi ke sana. Dengan kantong yang kosong, dan tekad yang kuat, aku dan temen berhasil ke sana dengan selamat haha.

Jadi aku mau kasih tau rute yang waktu kemarin aku pake sama temen aku, Ucu. Baik aku, maupun Ucu belum pernah ada yang ke sana. Jadi kita cuma pake petunjuk dari si Manten itu. Dan tujuan kita kemarin itu, ke kampung sebelum ke Wanayasa.

Jadi waktu itu kita naik dari Cileunyi pake bis ekonomi Garut - Bekasi. Pastikan ekonomi ya gaes, karena tarifnya bakal dibedain entar ke Purwakarta sama ke Bekasi. Kalian tau sendiri kan kalo pake bisnis, entar harganya di samain sama yang ke tempat tujuan terjauh. Nah terus kalo kita harus nunggu di bagian pagar masuk. Kan kalo di Cileunyi itu di arah tol ada pagar pembatas buat bis lewat. Nah pagar batas tersebut biasa dilewatin bis-bis ekonomi. Jadi pastikan buat nunggu di sana, biar bisnya gak kelewat.

Terus kita nanti harus turun di Sadang. Ongkos dari Bandung ke Sadang Rp. 22.000. Setelah itu kita naek angkot 01 ke Pasar Rebo dan tarifnya kalo gak salah cuma Rp.4000. Dan pas naek angkot aku takjub banget sama kota yang ada di Jawa Barat ini. Kotanya asri dan banyak pernak-pernik seperti lampion di atas jalan. Kayanya kalau malem, lampion itu dinyalain. Dan jadilah kota dengan cahaya lampion, dan pastinya indah banget. Terus kita juga ngelewatin air mancur terbesar se Asia Tenggara. Namanya air mancur Sribaduga. Tadinya kita mau mampir dulu ke sana, tetapi, karena aku kira kita bakal balik ke arah yang sama, jadi mending ke tempat tujuan dulu. Dan ternyata, kita pulang ke arah berlawanan, jadi sayang banget deh dilewatin. Terus katanya air mancur ini kalo malem minggu selalu dibuka dengan gratis, dan ada pertunjukan air mancur warna-warni gitu pake desain lampu kaya di luar negeri sana. Keren banget gak sih..

src : Suara Ekonomi
Setelah sampe di Pasar Rebo, kita naek ankot ke Wanayasa yang warnanya kuning. Arahnya cukup jauh, kita sampe bayar Rp.10.000 buat sampe ke sana. Dan setelah pulang dari kondangan itu, aku mampir dulu ke tempat jualan makanan ringan. Dan ternyata ada makanan kesukaan aku, makanan khas Purwarkarta namanya Simping. Simping itu rasanya asin, dan pake kencur. Jadi rasa kencurnya kuat banget. Buat temen ngopi atau ngeteh enak banget deh. Cobain.
males take foto sendiri, jadi ngambil dari Merah Putih.
Karena dateng ke kota jauh, kita gak mau ngelewatin kesempatan buat mampir di tempat wisatanya. Kebetulan ada tempat wisata yang dekat dari tempat yang kita kunjungin. Tempat tersebut namanya Situ Wanayasa. Ke situ Wanayasa kita naek angkot yang kuning tadi yang ke Wanayasa. Terus tanpa harus tanya kita entar bakal liat situ yang luas dengan penataan tempat wisata yang sempurna. Di sana banyak tempat makan dan tempat kumpul keluarga. Ada kafe yang nyaman banget, terus jalan di samping situ, enak banget buat di pake jalan sore, baik sepedahan atau jalan kaki. Dan di tengah-tengah situ tersebut ada satu makam yang dikeramatkan, katanya sih makam itu kadang suka di Ziarahi sama orang-orang yang datang ke sana.

src : Merah Putih

Kita gak naik wahana apa-apa di sana. Kayanya kalo hari libur kita bisa naek rakit ngelilingin situ. Tapi aku cuma nikmatin suasanya dan jalan ngelilingin situ. Hingga akhirnya kita nemuin tempat makan sate yang enak. Namanya sate bah Ocid. Sate bah Ocid ini tempatnya ada di sekitar situ. Di tempat paling ujung dari pintu masuk, di samping restoran-restoran gede. Dan sate bah Ocid ini luar biasa mantepnya. Sate maranggi buatan bah Ocid, katanya diolah dengan sate lokal. Dan dengan proses direbus dulu, jadi semua dagingnya tidak alot.
Kita disajiin tiga buah nasi timbel, mau dihabisin atau engga terserah. Dan satu tusuk harga sate bah Ocid, cuma Rp. 1500. Dan rasanya maknyus banget. Kita dikasih tiga macem sambel, sambel kecap, sambel goang, sama sambel kacang. Dan rasa dari semu sambel tersebut bikin seger dan mantep banget di pasangin sama tuh sate sapi. Luar biasa deh nikmatin keindahan danau sambil nikmatin sate marangginya khas Purwakarta. Karena kekenyangan pulang dari kondangan, kita cuma ngabisin satu timbel nasi sama 15 tusuk sate, dan harganya cuma Rp. 25.000 saja.
Nah, setelah dari Situ Wanayasa, kita pulang ke arah yang berlawanan dari kita berangkat. Kita pulang ke arah Subang. Dari Situ Wanayasa kita naek angkot ke daerah Cagak di Subang. Terus dari sana ada mobil elf jurusan Subang - Bandung sampe stasiun Ledeng. Udah deh nyampe Bandung dengan capek. Hehe

Jadi, kalo kalian ke Purwakarta, jangan lupain dua makanan khasnya. Simping sama sate Maranggi. Dan sate ini terkenal banget gaes di mana-mana. Bahkan di dinasnya aja sate maranggi dijadiin Go Internasional sama pemerintahnya. Keren baget gak sih.

Oke segitu aja tulisan hari ini, see you in the next trip and next journey gaes. Selamat pagi. Have a morning coffee.
Read more