Jadi teman-teman, aku baru tahu kalau ada yang namanya sekolah TOEFL gratis setelah dikasih tau temen sekitar 8 atau 9 bulan yang lalu. Aku ikut sekolah TOEFL gratis ini selama kurang lebih 8 bulan. Dengan pertemuan 6 minggu untuk structure, 12 minggu untuk written expression, dan 11 minggu untuk listening dan reading. Dan, jangan tanya biaya, karena sekolah ini bener-bener gratis. Mr. Budi ikhlas banget berbagi ilmunya dengan kita. Yang ikutan sekolah inipun tidak hanya dari kalangan mahasiswa, tetapi mulai dari anak sekolahan, hingga ibu-ibu rumah tangga. Kalau gak percaya, silakan baca komenan mereka di facebooknya sekolah TOEFL.
Aku ikut sekolah TOEFL periode 7, dan banyak banget yang ikutan. Kita hanya harus bermodalkan kuota internet beberapa menit. Kemudian mengunduh handbook, setelah itu kita kerjakan sendiri di rumah dan pelajari handbook tersebut. Handbook yang didapatkan isinya berupa materi dan latihan soal-soal. Kalau kalian pernah ikutan kursus TOEFL soal-soalnya juga tidak jauh berbeda.
Kewajiban di Sekolah TOEFL
Mr. Budi selalu menulis tentang kewajiban di Sekolah TOEFL. Tetapi padahal dia tidak memberikan sangsi atau apapun, semacam mengeluarkan peserta dari grup, atau hal lain yang berbentuk teguran. Yang aku rasakan selama ikutan sekolah TOEFL, kewajiban tersebut lebih kepada kewajiban terhadap diri sendiri untuk bisa melatih diri agar disiplin. Dan ketika tidak mengikuti kewajiban tersebut, hukumannya juga didapatkan oleh diri sendiri, seperti misalnya ketinggalan dalam materi, tidak mengerti materi, dan hilangnya kedisiplinan diri.
Dan itu pengajaran yang sangat keren menurutku. Tidak ada punishment dari Mr. Budi sendiri. Tetapi punishment kita yang buat dan kita yang menanggung.
Download Materi
Di sekolah TOEFL kita harus download materi seminggu sekali, ikutan question of the day dua hari sekali, dan ikutan temu online seminggu sekali. Untuk materi yang diberikan dimulai dari yang mudah-mudah, seperti penempatan a dan an, dan materi structure dasar lainnya. Tetapi jika ketinggalan materi ini dan tidak paham materi dasar ini, kesananya juga bakal kelabakan. Karena banyak soal yang dibikin eror nantinya harus kita cari kesalahannya.
QOTD
Selanjutnya untuk question of the day, ini yang harus benar-benar kita jaga konsistensi untuk selalu mengikutinya. Mr. Budi mewajibkan tetapi ya seperti tadi, dia tidak menghukum yang tidak ikutan. Hukumannya yang ditanggung sendiri, yaitu tidak terbiasa mengerjakan soal-soal. Biasanya question of the day (QOTD) berupa soal-soal yang mudah dan yang sulit. Setelah kita menjawab, dua harinya Mr. Budi langsung memberikan soal baru dan menjawab soal sebelumnya dengan penjelasan terperinci.
Karena yang ikut sekolah TOEFL sangat banyak, bisa sampai ribuan di awal-awal, jadi Mr. Budi tidak bisa menjawab semua pertanyaan kita. Sehingga biasanya beliau memberikan kesempatan untuk kita bertanya kepada mentor yang juga ikhlas untuk ditanya-tanya.
Temu Online
Untuk temu online ini dilakukan setiap seminggu sekali. Temu online ini dilakukan untuk ngebahas soal-soal dari handbook kita. Jadi, di dalam handbook itu ada soal-soal yang harus dikerjakan. Mulai dari soal yang sedang-sedang saja tingkat kesulitannya, hingga yang lumayan sulit. Mr. Budi biasanya melakukan temu online setiap malam Senin. Dia biasanya upload jawaban beserta penjelasannya. Dan kita tinggal menyesuaikan jawaban serta menginputnya di Facebook. Kalo ada yang gak ngerti, Mr. Budi ngizinin kita buat nanya di sosial medianya, atau bisa juga lewat mentor.
Selama pertemuan tujuh bulan itu biasanya ada evaluasi bulanan untuk test TOEFL asli. Selama sekolah TOEFL tersebut, kita dikasih jatah 3x ikutan test TOEFL asli. Dan yang ketiganya adalah final test.
Setelah Ikutan Sekolah TOEFL
Setelah ikutan sekolah TOEFL aku sadar satu hal dan belajar banyak hal. Yang pasti, dari sekolah TOEFL ini aku belajar, dan tahu apa itu kerja keras dan pentingnya konsistensi untuk belajar. Intinya di sekolah TOEFL kita diajak untuk melakukan latihan, sehingga kita bisa terbiasa menjawab soal-soal bahasa Inggris. 7 bulan itu bukan waktu yang sebentar untuk belajar, jika memang kita serius dan tekun dengan pelajaran tersebut.
Belajar bahasa Inggris itu memang butuh latihan-latihan. Bukan hanya listening saja, tetapi latihan soal-soal untuk TOEFL akan sangat membantu kita untuk terbiasa dengan soal-soal dan sedikit-sedikit paham dengan tulisan bahasa Inggris. Belajar bahasa, pada intinya adalah tentang kebiasaan. Jadi mau belajar bahasa apapun, kalau tidak dibiasakan dan dipraktekan akan sulit. Jadi, kalau ada yang tanya bagaimana belajar bahasa Inggris dengan cepat, gak bakalan ada. Kecuali kalian masuk lagi ke perut ibu, terus lahirnya di Amerika, dan tumbuh gede di sana dengan ibu bule.
Mr. Budi selalu menekankan untuk menjaga konsistensi di setiap pertemuan QOTD ataupun temu Online. Karena memang, tidak sedikit dari peserta sekolah TOEFL yang akhirnya gugur di tengah jalan, karena mungkin malas atau ada alasan lain yang menyertainya. Ada juga yang lanjut, tetapi dengan malas-malasan dengan tidak mengerjakan QOTD yang memang sangat membantu perkembangan setiap materi. Dan aku, termasuk yang awal semangat dan selanjutnya malas mengerjakan QOTD di bagian listening, karena terlalu ribet harus download materi listeningnya. Jangan ditiru ya lol.
Tapi, alhamdulillah saat tes TOEFL kedua, aku dapet skor 500. Skor yang aku gak nyangka banget dari skor test awal cuma 470an. Dan itulah, proses tidak pernah membohongi hasil. Kalau kita serius saat berproses, kita bakal menerima hasil dengan puas. Dan kalau kita gak serius dengan proses yang kita jalani, terimalah hasilnya dengan lapang.
And have a nice day, have a cup of coffee today. :)

0 komentar