This chillin is killing me. But i have to fight them, I am ready to writing now.
Oke jadi kali ini aku mau ngebahas tentang pekerjaan aku sehari-hari. Pekerjaan yang memang sudah aku damba-dambakan dari dulu, dan ternyata bisa aku dapatkan dengan mudah. Iya, pekerjaan tersebut adalah menulis.
Bagiku, hobi haruslah menghasilkan sesuatu. Baik itu berupa materil ataupun penghargaan. Karena dengan begitu kita bakalan tahu perkembangan dari hobi yang sedang kita geluti. Bagi orang mungkin hobi itu hanyalah pemuas batin, bagiku itu terlalu sia-sia.
Jadi, beberapa bulan ke belakang, sudah hampir setengah tahun aku bekerja sebagai freelance content writer website. Aku kira pekerjaan seperti itu memang membutuhkan tenaga yang banyak, sehingga aku dari dulu menunda-nunda untuk mencari pekerjaan freelance menulis di website. Dan ternyata pekerjaan menjadi content writer, di tempatku bekerja tidak menyulitkan. Ketika dibilang freelance, memang freelance, tidak membuat otak mumet karena harus mengejar date line.
Fee Perkata
Konten yang aku tulis di website biasanya tentang teknologi dan furniture. Kalo masalah furniture aku banyak strugglenya, soalnya gak tahu banyak tentang hal-hal yang seperti itu. lol. Setiap bulannya aku dikasih jatah 45 judul, yang harus aku selesaikan tidak boleh lebih dari 30 hari. Untuk bayaran memang tidak terlalu besar, biasanya aku dibayar perkata (400+ kata/ Rp. 8000, 500 +kata/Rp. 10.000, dan 600+ kata /Rp. 12.000). Lumayan memang buat mahasiswa yang sedang sibuk kuliah untuk tambahan uang jajan.
Semakin lama aku mengerjakan dan menulis setiap hari, 400 kata itu rasanya tidak banyak. Bahkan menulis 600 kata saja menjadi sangat mudah. Sehingga dari pekerjaan ini aku banyak belajar bagaimana cara menulis dan bagaimana kebiasaan itu menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga. Sehingga pekerjaan menjadi content writer menjadi pekerjaan yang sangat ringan setelah beberapa bulan ngejalanin. Memang awalnya rasanya beban banget, dan 400 kata itu kaya nulis satu makalah. Tapi day by day, semua beban itu sudah hilang karena terbiasa.
Pengalaman Melamar di Tempat Lain
Tempat freelance yang aku kerjain sekarang, adalah yang website yang pertama aku apply. Dan masih bertahan hingga sekarang, karena hubungan antara owner dan pekerjanya sangat humanis. Owner dari tempat aku bekerja tidak memposisikan aku sebagai bawahan yang diperintah-perintah seenaknya, atau ketika aku salah aku dimarahin. Enggak, owner tempatku bekerja, alhamdulillah sadar banget kalau pekerjanya juga manusia yang bisa diajak kerjasama sehingga relasi yang terjalin hingga saat ini sangat baik.
Setelah aku ngerasa nyaman dengan pekerjaan sebagai content writer, saat kuliah aku sudah mulai kosong, aku berinisiatif untuk mencari tempat kerja sebagai content writer yang lain. Karena kalau dirasa-rasa, menulis artikel 45 judul sebulan tidak memakan waktu banyak dan sangat santai. Sehingga aku rasa aku bisa nambah lagi mengambil yang lain.
Nah, saat itu aku dapet deh kerjaan itu dari salah satu tempat pencari kerja online. Waktu itu aku apply dan langsung disuruh nulis di website. Dan si ownernya ini saat aku hubungin dia bossy banget deh. Obrolannya formal banget, dan aku kaya ngobrol sama boss yang galak dan sekali salah langsung dimarahin. Dan sayangnya, pekerjaan yang dia kasih juga tidak jauh berbeda dengan kepribadian si ownernya, alias tegaan.
Waktu itu, aku dikasih pekerjaan untuk menulis artikel 1000 kata per artikel. Dan satu hari harus dapat tiga artikel. Dan bayarannya lebih kecil daripada aku nulis 600 kata di tempat aku kerja yang pertama. Itu buatku tidak masalah, ketika owner dan aku bisa bekerjasama dan dia membimbing. Tetapi malangnya nasibku, owner website ini tidak ngasih aku petunjuk yang jelas apa yang harus aku tulis. Aku harus mencari judul sendiri, saat aku tanya tulisan tipe apa yang harus aku tulis, dia bilang tulis aja. Dan aku pun nulis langsung, dan langsung di posting saja, karena aku takut kalo kebanyakan nanya malah dimarahin lagi. Dan... setelah aku posting aku dimarahin, karena dia bilang aku sok tahu, ujug-ujung posting tulisan padahal tulisanku masih jelek.
Jleb... deh langsung aku patah semangat dari sana, dan langsung membandingkan dengan tempat kerjaku yang pertama. Aku langsung good bye deh undur diri, karena gak bisa kerja dengan orang seperti itu.
And the second, tempat kerja yang aku apply yang kedua ini berbeda juga. Kalo yang ini mereka itu kaya nerima job untuk menulis artikel iklan kaya gitu. Misalnya mereka diminta untuk menulis artikel tentang obat-obatan, seperti obat herbal dan lain sebagainya. Dan konten yang mereka berikan biasanya kata kuncinya hampir mirip satu dengan yang lainnya.
Untuk tempat kerja yang ini aku dikasih dateline sampai jam lima sore. Dan jika telat mendapatkan denda (tetapi ternyata aturan tersebut tidak begitu berlaku). Biasanya aku menulis sepuluh artikel sehari di tempat ini. Tetapi, rasanya sangat membosankan, kenapa? Karena di tempat ini aku harus nulis satu tema artikel dengan kata kunci yang hampir sama. Perbedaan kata kunci tersebut biasanya hanya berbeda satu atau dua kata. Dan itu membuat aku bosan saat nulis, bahkan ketika dapat 15 judul yang harus ditulis, aku udah kehabisan kata.
Tetapi untuk owner di tempat kerjaku ini orangnya ramah dan friendly banget. Jadi, sewaktu dia telat bayar gaji aku pun aku masih sabar nunggu meskipun yang lain udah protes. Dan, aku cuma bisa bertahan sebulan kerja di tempat ini. Karena ngerasa bosan harus nulis kata kunci yang hampir sama dalam sehari.
Itulah pengalaman aku bekerja sebagai content writer di website. Atleast yang paling nyaman hingga sekarang adalah tempat kerja aku sekarang. Meskipun tidak ada kenaikan gaji atau apapun yang berbentuk bonus, selain THR pulsa, aku ngerasa sudah betah kerja di tempat ini.
And thats my morning story today, I hope you have great morning. And have a cup of coffee. :)

0 komentar