Oke, jadi kemaren itu dari hari kamis aku dan kedua temenku (Mba dan Ade) jalan ke Sumedang buat maen ke rumah temennya Mba sewaktu kuliah S1. Dia tinggal di rumah yang cozy banget, sewaktu makan di tempatnya, kita di ajakin buat makan di ruang belakang. Dimana ruangan tersebut langsung menghadap ke ruang terbuka, di depannya ada empang dan di sisi lain ada pemandangan sawah yang sejuk banget. I am forget to take picture of that.
Tahu Sumedang yang Beda
Dan yang mengesankan lagi rumah Mey (temen Mba) itu kita disuguhi makanan khas Sumedang. Yaitu tahu Sumedang. Yap, tahu sumedang yang Mey suguhin ke kita agak berbeda dengan tahu Sumedang yang biasa aku lihat di tempat-tempat lain. Biasanya kan kalo di tempat lain tahu Sumedang itu dalemnya kosong, tapi ini kayak tahu asal Ciamis, ada isinya gitu. Dan rasanya... mantep bangettt.. Apalagi waktu itu tahu Sumedang disajikan dalam keadaan masih panas baru digoreng. It feels like you just finding of foods after stoping to eat for a month. lol.
Curug
Tempat jalan-jalan di perkampungan tidak pernah lepas dari yang namanya curug atau bahasa Indonesianya, air terjun. Curug atau air terjun sangat umum di tempat-tempat yang agak tinggi seperti di pedesaan. Dan air terjun yang kita kunjungi dijaga oleh masyarakat sekitar. Karena berfungsi sebagai pengalir air di seluruh kampung tersebut.
Sebelum kita naik ke atas bukitnya untuk melihat curug utama, ada tempat untuk membeli tiket. Harga tiketnya cuma Rp. 3000. Di tempat tiket tersebut banyak tempat yang nyaman untuk berteduh atau menyeduh kopi sambil makan pop mie. Katanya, di tempat tersebut juga ada tempat menyewa hamock. Tahu kan hamock? Itu loh kain mirip ayunan yang diikat di dua pohon terus kita kayak duduk santai gitu atau tiduran mirip kepompong.
Curug yang kita tuju lumayan jauh untuk jalan kaki bagi pemula. Tetapi bagi yang biasa jalan kaki, jarak tempuhnya tidak terlalu jauh dan ringan, sebagaimana yang saya rasakan. Dan here it is... setelah kita sampai di curug..
Biasanya kan ya, di curug itu airnya dingin banget sampai-sampai kita menggigil gitu. Tapi disini enggak. Karena mungkin air terjunnya tidak terlalu tinggi, jadi cipratan airnya gak bikin udara terlalu dingin. Pas banget kalau mau ngadem tapi gak mau menggigil.
Pemandian Cipanas
Pulang dari curug, kita langsung cus ke pemandian air hangat di Cipanas. Awalnya kita mau mandi di kolam renang air panas di Sumedang yang cukup rame (katanya) karena ada kolam renang dan tempatnya juga sudah tertata sebagai tempat pariwisata. Tetapi sayangnya sore itu kita gak bisa mandi di sana. Why? karena pas sore sebelum magrib itu di sana penuh dengan laki-laki yang sedang mandi. Dan... almost naked. Kita gak jadi mandi di sana, karena terlalu ngeri.
Ternyata tempat itu memang enak buat liburan. Di sana disediakan juga penginapan bagi orang-orang yang ingin menginap, dan yang paling penting dan great banget dari tempat itu, dibuka 24 jam. Uwow banget gak sih. Kalo kita nginep di sana, kita bisa kapan aja nyebur ke kolam pemandian air panas.
Dan lagi, kalau gak mau mandi berbarengan di tempat umum. Disediain tempat kaya kamar mandi berbentuk bathtub. Harganya Rp. 20.000 per kamar. Tetapi lagi nih, gak disediain air dingin buat meminimalisir panasnya. Jadi, kalau mau ditambah air dingin, tunggu aja sampe air jadi dingin atau tiupin lol.
Akhirnya kita gak jadi mandi di tempat tersebut, because that condition. Dan memilih pemandian air panas yang katanya kurang laku. Dan memang sewaktu kita datang ke sana, air mandi tersebut sepi banget. Kaya ada beberapa penjaga aja, kamar buat mandinya juga gak terlalu banyak. Di tempat itu kaya kita disediain kamar mandi besar dengan bak ukuran besar yang bisa digunakan sekeluarga buat berendam. Disediain juga air dingin biar gak terlalu panas.
Kampung Toga
And the next day, perjalanan di lanjutkan ke kampung Toga. Kampung toga ini adalah kampung yang berada di perbukitan tempat main paralayang. Tempatnya nyaman banget dan memang didesain untuk tempat wisata. Dan view yang di dapat dari tempat tersebut amazing banget.
Sebenernya kita datang ke sini buat liat yang main paralayang, dan ikut main. Tetapi sayangnya para pemainnya sedang ikutan lomba. Jadi kita cuma bisa foto-foto dan temen aku nyobain driving ATV, yang harganya Rp. 25.000 per putaran.
Disediain juga tempat kaya kafe gitu yang langsung menghadap ke tempat terbuka. Bikin kafenya adem banget dan cozy. Desainnya sangat natural, semua bahannya pake kayu gitu. Nice place for you and your friends deh.
Gunung Kunci
The next is Gunung Kunci. Yap, tempat wisata gunung Kunci ini terkenal dengan keindahan viewnya. Biasanya tempat ini bagus dijadiin buat preweding photoshoot. Di tempat ini juga ada tempat bersejarah berupa benteng Jepang yang dipakai buat penjara zaman dahulu. Dan karena tempatnya sudah disulap menjadi tempat wisata, benteng tersebut menjadi sangat menarik dan sangat ikonik. Kita bisa masuk ke dalam benteng tersebut, tempatnya sangat gelap tapi tidak terlalu panjang untuk di lalui.
Tiket pengunjung untuk masuk ke gunung kunci hanya Rp. 3000. Kita bisa sewa hamock juga yang harganya Rp. 10.000 dengan tanpa batasan waktu.
| Situs gua Jepang |
| Pintu masuk gua Jepang |
Bakso Kelapa
And the last scene is Bakso Kelapa. Dan ini yang paling spesial di akhir perjalanan kita tiga hari itu. Sepulang dari Gunung Kunci, kita kelaperan dan kepalaku sedikit pusing karena perjalanan yang cukup jauh. Dan mikir kalo makan yang pedes-pedes biasanya bikin pusing cepet ilang. Akhirnya Mey ngajak kita buat makan bakso Kelapa.
Dari namanya aja udah ketebak gimana bakso ini bakal disajikan. Yap, bakso kelapa disajikan dalam cangkang kelapa beserta isinya yang setengah matang atau masih berupa dawegan. Sebelum aku campurin garem gitu, bakso kelapa ini rasanya kaya sup iga. Dan katanya, airnya ini 100% air kelapa. Dan air kelapanya ini ngaruh banget buat bikin rasa gurih pengganti mecin. Keren banget kan.
Aku kira rasa bakso kelapa ini bakalan aneh. Karena dalam fikiran aku, kelapa itu manis dan bakso itu asin. Kalau dicampur apa dirasa. Tetapi ajaibnya, rasa yang dihasilkan dari bakso kelapa ini nikmat banget. Dan lebih enak dibanding dengan bakso biasa yang pake mie. Rasa manis dari buah kelapa itu sendiri berubah menjadi gurih yang pas dengan rasa asin bakso. Pokoknya gak bisa digambarin dengan kata-kata deh nikmatnya.
Ok, this my 3rd day. I hope you guys have a great days, and see you on the next writing. Have a morning stories everyone..


0 komentar