Sebut saja si Kucir, dia adalah perempuan muda yang hidupnya tidak kondusif. Kondisi Jomblo yang sudah meradang ini menjadikannya manusia yang tidak jelas kehidupannya. Bayangkan saja pagi-pagi buta dia sudah menyeduh mie goreng dimakan dengan nasi. Tadinya dia berniat menyeduh susu coklat kesukaannya tapi urung, karena dia punya kelas Syntax jam 7 pagi. Otaknya masih berjalan sedikit, jika dia juga minum susu betapa banyak karbohidrat yang dia minum, dan lemak susu bisa membuat dia mengantuk.
Dia tidak perduli sedikitpun tentang Ketua KPK Abraham Samad muncul fotonya mesra dengan Elvira Devinamira, Bambang Widjojanto ditetapkan menjadi tersangka, ditangkap, dan diborgol oleh Bareskrim Polri atas kasus pilkada Kotawaringin Barat, Adnan Pandu Pradja dilaporkan seorang pengacara atas penyerobotan kepemilikan perusahaan, dan berita politik lainnya. Dia sama sekali tidak peduli. Yang dia pedulikan hanya hedset yang dia selalu bawa kemanapun dia pergi. “Biar gak kesepian” katanya.
Kegalauannya ditambah lagi dengan keadaan kelas menulisnya, benar-benar dia merasa jadi manusia paling sial hari senin itu. Selain ia harus pergi ke kelas dengan jalan kaki karena ban spedanya bocor untuk yang kedua kalinya, dia pun harus mendapati tutor di kelas menulisnya seorang perempuan. Betapa beban ia tanggung sendiri.
Begitu berat hidup si Kucir tanpa teman-temannya yang selalu mengajaknya menjadi orang gila. Hidupnya seperti berjalan di rel kereta-keretaan untuk anak kecil. Pelan dan tidak asyik.
Sempat dia berfikir untuk keluar rumah tanpa menggunakan alas kaki, kemudian mengacak-acak rambut jalan-jalan di pinggir jalan sebagaimana orang gila yang sebenarnya. Tapi, ternyata dia masih saja ragu untuk melakukannya, mengingat tutor gebetannya bisa saja lewat di jalan yang dia susuri. Sungguh sempit kehidupan si Kucir.
Hatinya semakin remuk ketika ketahuan bahwa Rangga dipertemukan kembali dengan Cinta setelah berpisah selama 12 tahun. Imajinasinya semakin menjadi, dia sering berdoa kepada Tuhan untuk dipertemukan dengan seseorang dengan jalan seperti certia AADC, cerita FTV atau drama korea. Misalnya dia bertemu dengan seorang pria berkacamata bertubrukan kemudian mereka saling pandang dan jatuh cinta. Atau seperti di drama korea, mereka saling benci dulu kemudian saling cinta karena ada kesempatan untuk kerja kelompok bersama. Tapi Tuhan berencana lain untuk si Kucir.
Pergi kursus dia seringkali melewati jalan yang jaraknya jauh, padahal ada jalan yang bisa dia lewati dengan hanya satu menit juga sampai. Namun kesalnya aku, kadang dia mengajakku melewati jalan yang jaraknya 10 menit lebih jauh. Dan jangan heran, jika pulang dia akan mencari jalan yang 30 menit lebih jauh. Aku pernah bertanya kepadanya kenapa dia selalu mengajakku melewati jalan yang jauh untuk mencapai tempat kursus. Dia dengan wajah melas berucap “biarlah, aku terlalu kesepian, aku butuh tempat ramai biar semua orang tahu betapa sepinya aku di tempat ramai”. Dan aku bingung.
Sebagai perempuan yang jomblo, si Kucir tentu saja selalu merasa kesepian. Kopi, ya kopi adalah sosok yang selalu dia datangi, setelah aku. Mereka akrab, kadang si Kucir mengajak kopi ngobrol. Dia bilang kopi itu romantis, entahlah mana ada warna hitam yang romantis. Tapi, kurang ajarnya si Kucir bisa menghabiskan satu buku Pram dengan satu gelas kopi saja. Dan aku, harus menunggunya nongkrong di angkringan. Menyebalkan.
0 komentar