Semua Karena Senang; Baca



Mungkin [kata yang sering ingin dihindari tapi terlalu runyam untuk mencari kata pengganti lain] ini akan menjadi semacam catatan perjalanan. Terinspirasi dari teman blogger, teman sewaktu kuliah, teman organisasi si penulis Catatan Baru. Dia menulis catatan-catatan perjalannya dengan tulisan yang cukup panjang. Entah apa isi dalam kepalanya. Padahal dia sangat pandai bicara, menurut teoriku orang yang pandai bicara adalah mereka yang tidak terlalu pandai dalam menulis. Tapi semua ternyata bisa terbantahkan, dengan latihan semuanya bisa terjadi. Practice makes perfect.

Tempat yang sangat ingin saya tinggali, maksudna dijadikan tempat hidup untuk selamanya adalah daerah Jawa (Jawa Timur atau Jawa Tengah). Bukan karena hawanya yang panas, atau orang-orang yang hitam manis. Tapi lebih karena orang-orang yang saya senangi bermukim manis didaerah ini. Mereka seperti Pramoedya Ananta Toer, Emha Ainun Nadjib, Timur Sinar Suprabana, Gus Dur, Gus Mus, dll. Dalam kepala saya seolah mereka telah ditempatkan di tempat yang memang bertuah. Dan itu kenapa saya ingin bermukim manis di daerah berbahasa Jawa. Berharap ada semacam penularan penyakit inspirasi. :D

Sekarang saya sedang bermukim manis di daerah Jawa Timur, tepatnya desa kecil bernama Pare. Pernah saya ceritakan sebelumnya di tulisan kecil. Dan ia (Pare) selalu mengajakku mengenal dan membaca lagi tulisan-tulisan Pram. Ya, hampir disetiap toko buku memajangkan karya Pram, mulai dari Tetralogi Bumi Manusia, Gadis Pantai, atau tulisan tentang Pram yang ditulis oleh adiknya (saya lupa judulnya). Dengan harga kurang dari Rp. 30.000 kita bisa membeli buku tersebut. Terjangkau bukan? :D (I hope you get in what i mean)

Ada sebuah problem sosial, "Ekonomi dan minat baca yang tinggi". Pertama dalam bidang ekonomi, kenapa di Indonesia, khususnya yang saya tahu sendiri di Pulau Jawa. Banyak terjadi pembajakan mau itu buku, DVD, atau lagu-lagu karya anak bangsa. Bisa jadi itu karena problem ekonomi mereka yang tidak merata, bukan? Kita sering dengar istilah daripada meminta-minta lebih baik kita bikin karya. Nah itu dia, ini adalah sebuah karya yang anak bangsa kita sedang lakukan. Orang Indonesia itu banyak akalnya, sehingga dari keterimpitan ekonomi, kita bangsa yang pernah terjajah oleh bangsa lain semakin cerdas dalam menyikapi kenyataan hidup kita. Termasuk melanggar aturan yang telah dibuat oleh pemerintah, atau orang-orang yang mewasiatkan untuk tidak melakukan pembajakan. Dan jangan salahkan ketika itu semua terjadi, sebab larangan harus sebanding dengan jaminan. Karena mereka adalah anak-anak yang tidak ingin kembali dijajah.

Dan satu lagi, kenapa pembajakannya terjadi di bidang karya seperti buku, atau DVD dan lagu-lagu mp3. Kemungkinan besar itu terjadi karena banyaknya minat baca dan karya-karya. Karena pertumbuhan minat baca dan karya tidak terbendung dari berbagai kalangan, maka tidak heran jika pembajakan adalah solusi. Sebenarnya orang-orang seperti saya yang masih mengandalkan uang dari keluarga dengan adanya pembajakan itu menguntungkan. Saya bisa baca buku sebanyak yang saya mau, termasuk buku-buku langka yang sekarang menjadi barang antik sehingga harga jualnya menjadi selangit. Meskipun, saya sendiri tahu pembajakan itu katanya pelanggaran hak cipta dan tidak mengharga karya. Ya, mungkin pelanggaran hak cipta, tapi untuk tidak menghargai karya itu lain lagi. Justru saya membaca buku tersebut karena saya berminat dengan karya tersebut, dan mungkin yang dimaksud tidak menghargai karya adalah tidak menghari dengan rupiah. O, iya mungkin begitu :D .

Dan ya, kalau saja pemerintah punya solusi untuk hal ini misalnya membangun lebih banyak perpustakaan di setiap daerah. Mungkin orang-orang seperti saya tidak usah membeli buku-buku bajakan. Tapi Perpustakaan kita tahu mungkin di satu kota hanya satu atau dua. Dan saya sendiri punya kemalasan yang tidak bisa ditangguhkan ketika pergi ke suatu tempat hanya untuk meminjam buku, setelah itu pulang dan kemudian pulang lagi untuk mengembalikan buku dengan jarak yang sangat jauh. Bahkan, di Kecamatan saya tidak pernah saya temukan perpustakaan. Mungkin selain perpustakaan sekolah.

Jadi, tolonglah para pembuat karya, jangan merasa dirugikan kalau semisal banyak orang-orang seperti saya yang membeli segala hal yang bajakan. Karena kita mencintai karya kalian, dan kalian juga mestinya tahu sendiri keadaan ekonomi bangsa Indonesia saat ini.

Dan kadang memang menyedihkan membaca buku bajakan, dimana saya harus kehilangan beberapa halaman saat membacanya. :D :D :D Selamat membaca, kalau punya uang jangan beli bajakan ya... !!!! :*
Load disqus comments

2 komentar

Iklan Bawah Artikel