The Impression of Book : Man Tiger – Eka Kurniawan

Kesan saya ketika membaca sepersekian lembar dari halaman buku ini, yaitu "gagal paham". Suguhan cerita disajikan dengan alur mundur. Eka menulis seperti sedang membawa seorang manusia berumur 28 tahun kehadapan saya. Dan saya tidak tahu asal usulnya, kemudian laki-laki itu ternyata laki-laki yang sangat aneh dan membuat terheran-heran, tapi disinilah serunya. Tiba-tiba saja saya harus menyaksikan sebuah kejadian yang mengerikan dimana Margio membunuh Anwar Sadat. Anwar Sadat dibunuh oleh Margio dengan cara yang sangat mengerikan, Margio membunuhnya dengan menggigit leher Anwar Sadat sampai putus urat-uratnya. Dan mati dalam cengkraman gigitan yang ketiga kalinya. Di awal cerita, Eka berhasil membuat saya merasa kasihan dan iba melihat antagonis seperti Anwar Sadat.

Kemudian, Eka menceritakan kronologi kejadiannya:

Margio adalah anak yang pendiam dan tidak banyak tingkah. Saat ia duduk-duduk bersama temannya di warung, tiba-tiba saja dia berpamitan kepada temannya untuk pergi ke rumah Anwar Sadat. Temannya pun tidak ada kecurigaan sama sekali karena memang raut muka Margio amatlah datar. Tapi, betapa terkejutnya mereka ketika Ma Soma berlari dan memberi tahu bahwa Anwar Sadat telah mati digigit oleh Margio. Dan alasan Margio saat diinterogasi adalah dia berkata bahwa bukan dia yang membunuh Anwar Sadat, tapi harimau yang ada dalam tubuhnya. Alasan yang ngawur ketika diungkapkan di zaman hutan gundul.

Sabab musabab kenapa Margio membunuh Anwar Sadat penulis ceritakan dalam bab-bab selanjutnya. Dan ini membuat pembaca menjadi meledak-ledak, terbawa emosi yang diciptakan dari karakter-karakter tokoh yang disajikan dalam cerita itu. Perasaan jengkel kepada Anwar Sadat dan Komar bin Syuaib, serta rasa jengkel kepada Nuraeni yang tidak juga melawan. Haru yang dirasa ketika Kasia harus mengurusi bayi yang tanpa diketahuinya adalah hasil dari kebiadan suaminya. Memberi susu dan pisang agar si ibu hamil dan si bayi dalam perut si ibu sehat. Membuat si ibu hamil terasa diiris-iris oleh dosa yang telah dia buat.

Setelah beberapa bab, Eka menjelaskan semua duduk perkaranya kepada saya, bahwa cerita yang selengkapnya adalah: Nuraeni adalah seorang anak yang cantik berumur 16 tahun. Dimana anak perempuan seumuran itu akan segera ada yang melamar, dan si perempuan pun tahu bahwa dirinya akan dilamar dan akan sangat senang ketika ada yang melamar. Datanglah Komar bin Syuaib laki-laki berumur 30-an melamar si cantik Nuraeni. Nuraeni pun senang bukan kepalang, tapi mereka berpisah beberapa tahun karena Komar bekerja di luar kota sebagai tukang cukur. Nuraeni sering menunggu surat dari Komar, minggu pertama dia menerima surat dari Komar tapi minggu-minggu selanjutnya Komar tidak mengirimi Nuraeni surat lagi. Dan itu melukai Nuraeni dan membuat Nuraeni jadi ragu kepada cinta Komar. Ketika Komar pulang ia bertemu dengan Nuraeni dan mengajaknya nonton, tapi Nuraeni tidak merespon apa yang dilakukan Komar kepadanya. Dia hanya diam dalam kekesalan yang tidak dimengerti Komar. Nuraeni merasa dirinya dicampakkan oleh Komar, dan dia hanya bisa diam dalam ketidakpahaman Komar. Tidak lama mereka menikah, dan Nuraeni tidak juga merubah sikapnya kepada Komar, dia tetap dingin. Hingga malam pertama pun Nuraeni memilih diam diperlakukan oleh suaminya.

Sampai mereka memiliki dua anak, Nuraeni tidak juga mendapatkan rasa cintanya kembali, ditambah dengan kelakuan Komar kepadanya yang seenaknya ketika bercinta dengan dia dan seringkali memukulnya dengan rotan.
Ia semakin tidak bisa menikmati kehidupan rumah tangganya, setiap hari dia berbicara dengan panci dan tungku di dapur. Hanya itu yang bisa dia ajak bicara, dan kalau Komar mengetahui ada perkataan Nuraeni yang tidak enak baginya, maka pukulan akan melayang. Pukulan itu juga menghantam anak-anaknya, apalagi Margio yang seringkali melawan ketika dilarang bermain oleh Komar. Karena hal itulah Margio merasa sangat benci kepada ayahnya dan ingin membunuhnya.

Kegetiran juga dilengkapi dengan keadaan ekonomi mereka yang tidak kunjung membaik. Awalnya mereka pergi ke rumah gedung bekas jualan, yang kotornya bercampur dengan tikus-tikus yang sudah menghuni tempat itu. Tapi tempat ini membuat Nuraeni merasa lebih baik. Namun tidak lama, mereka pun harus pindah ke rumah yang ditemukan Komar yang sudah ditinggal 18 bulan oleh pemilik. Karena rumah bekas jualan itu akan dipergunakan kembali. Mereka pindah ke rumah yang besar namun hampir roboh itu, dan bau lembab. Nuraeni merasa tidak nyaman sama sekali tinggal di rumahnya yang baru, meskipun pada akhirnya rumah itu menjadi milik mereka.

Semakin hari kejengkelan Komar semakin menjadi-jadi, setiap hari selalu saja Nuraeni jadi sasaran pukulan dia. Sampai Nuraeni tidak ingin sama sekali tidur dengan Komar meskipun Komar selalu menyetubuhi Nuraeni dengan cara memaksanya.

Pekerjaan Komar yang hanya tukang cukur tidak bisa mencukupi kebutuhan mereka. Maka Nuraeni mencari kesibukan lain, bekerja di rumah Anwar Sadat. Nuraeni bekerja dengan sangat giat dan tekun disana. Sampai debu-debu dan lantai dipel lebih mengilat daripada yang dilakukan oleh tuan rumahnya. Lain dengan rumahnya yang tampak tidak diurusnya. Dan itu membuat istri Anwar Sadat, Kasia merasa senang dengan pekerjaan Nuraeni. Nuraeni semakin giat pergi ke rumah Anwar Sadat bahkan ia bersedia membuat sarapan untuk mereka, tapi semua itu Nuraeni lakukan dengan senang hati. Lain dengan yang ia lakukan di rumahnya.

Hari demi hari, Anwar Sadat yang terkenal mata keranjang itu tertawan oleh kecantikan Nuraeni. Bentuk tubuh Nuraeni lebih bagus daripada Kasia, dan Anwar Sadat mulai merayu Nuraeni dengan sihir-sihir rayuannya. Tapi Nuraeni ternyata tertarik dengan rayuan Anwar Sadat, karena ia merasa selama ini yang didapatkan dari Komar bukan cinta, tapi nafsu lalaki kurang aja. Maka, tidak sulit bagi Anwar Sadat yang sudah ahli merayu perempuan. Hingga akhirnya Nuraeni melahirkan seorang anak dari Anwar Sadat. Memuncaki kemarahan Komar dan memukul Nuraeni sejadi-jadinya, sampai perempuan itu tidak kuat untuk melawan.

Komar semakin jarang pulang ke rumah, dan jikapun pulang hanya sebentar. Hingga saat kelahiran anak ketiga Nuraeni, Komar tidak memunculkan batang hidungnya. Dan itu membuat Margio semakin kesal kepada Komar, meskipun Margio tahu bahwa itu adalah hasil hubungan ibunya dengan Anwar Sadat. Margio tidak ingin menyalahkan ibunya yang memang tersiksa oleh cara Komar memperlakukannya baik saat berhubungan suami istri ataupun hal lainnya. Kekesalan Komar juga tidak surut saat anak tersebut harus diberi nama oleh ayahnya. Namun, anak ketiga itu tidak berumur panjang. Dia mati, dan hanya beberapa saat melihat dunia.

Margio minggat dari rumah, hal itu membuat Komar bin Syuaib merindukan anaknya ini. Ia merasa kehilangan, dan kehilangannya tidak main-main, ia tidak beranjak dari tempat tidur, kurus tak karuan dan mengigau tak ada henti. Hingga berhari-hari dia tidak mencukur, dan penyakit menyerang. Dokter mengatakan banyak sekali penyakit di tubuh Komar bin Syuaib dan dia dikutuk untuk tidur di bangsal dingin penuh hantu orang mati. Nuraeni tidak sudi mengurus Komar bin Syuaib dan ia hanya diurus oleh Mameh anak perempuannya. Hingga kematian Komar bins Syuaib, Nuraeni tidak pernah mengurus jenazahnya sekalipun. Begitupun saat Mameh harus mengambil bunga yang ditanam Nuraeni di halaman rumahnya, Nuraeni marah dan kesal kepada Mameh. Dan Margio bersyukur tidak harus membunuh ayahnya.

Harimau yang ada dalam tubuh Margio adalah keturunan dari kakeknya dulu. Kakeknya sering bercerita tentang harimau itu kepada Margio. Harimau itu putih serupa angsa. Margio sendiri menemukannya keluar dari tubuhnya saat dia terbangung seorang diri di surau, menjilati kakinya. Ia tahu binatang itu tidak sungguh-sungguh hidup, hanya keluar masuk dari tubuhnya. Kakeknya mengatakan kalau harimau itu turun temurun, kalau tidak kepada ayah Margio berarti kepada Margio sendiri. Kalau tidak kepada Margio berarti kepada keturunannya. Tapi harimau itu datang kepada Margio.

Dari beberapa novel yang pernah saya baca, novel ini bercerita engan penuturan yang berbeda. Sangat menarik dan membuat penasaran. Pengalaman saya waktu membaca buku ini, pertama itu niatnya ingin berhenti dulu di halaman ini, tapi tidak jadi, karena membuat penasaran ceritanya. Dan tenang saja disini tidak ada cerita anak-anak SMA yang sedang mengalami puber, jelas tidak ada disini.

Penulisnya baru-baru ini saya tahu. Karena orang banyak membicarakannya dari bukunya yang berjudul Cantik Itu Luka. Dari sana saya penasaran sebab kata orang-orang Eka adalah Pram era ini. Karena saya sangat suka dengan tulisan-tulisan Pram, maka ketika mendengar ada yang dihubung-hubungkan dengan Pram telinga saya berdiri. Dan hasilnya, Eka Kurniawan meman hebat. Eka Kurniawan lahir di Tasikmalaya tahun 1975, dan kuliah di Universitas Gadjah Mada jurusan Filsafat. Karya-karya yang pernah diterbitkan adalah Corat-Coret di Toilet dan Cerita-Cerita Lainnya (2000), Cantik Itu Luka (2002), dan Lelaki Harimau (2004).
Lelaki Harimau judul asli dari buku yang saya baca kali ini. Man Tiger, adalah bukunya yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris yang akan segera terbit. Eka, dalam blog pribadinya mengatakan bahwa Man Tiger adalah terjemahan yang ia pilih untuk Lelaki Harimau bukan Tiger-Man. Menurutnya Tiger-Man lebih berarti Manusia Harimau yang juga merupakan judul buku yang ditulis S.B Chandra.

[caption id="attachment_398" align="aligncenter" width="183"]mn Sampul Baru[/caption]

Load disqus comments

0 komentar

Iklan Bawah Artikel