Movie | Stand By Me Doraemon

Doraemon

 
Film Stand By Me Doraemon menceritakan tentang perpisahan Nobita dan Doraemon. Mereka tidak dapat dipisahkan, Nobita sangat membutuhkan Doraemon. Tapi setelah menyelesaikan misinya membuat Nobita sukses mendapatkan Sizuka. Doraemon harus kembali ke tempat asalnya. Apakah Doraemon benar-benar meninggalkan nobita?




Stand By Me Doraemon, Bagi saya menonton film Stand By Me, Doraemon seperti benar-benar telah kehilangan Doraemon. Karena sebagai pecinta doraemon dari mulai orok saya memiliki kedekatan khusus dengan kucing robot ini. Dan sekarang film ini bentuknya 2D. Ya, saya sebut saja 2D karena tidak tahu istilahnya apa.

Dari dulu, setiap hari minggu acara televisi yang sering saya tunggu bersama kawan-kawan setelah ngepel mesjid adalah acara-acara kartun, Doraemon salah satunya. Bagi anak-anak, doraemon adalah kucing yang sakti, dari abad 22 yang menjadi impian setiap anak-anak untuk memiliki robot kucing seperti dia. Berarti sebentar lagi kita bakal menemukan kucing sesakti Doraemon, kan?

Setiap menonton film hal pertama yang sering saya rasakan adalah saya selalu merasa menjadi pemeran utama dalam film tersebut. Mau novel, mau teater, mau Film hal pertama yang saya resapi adalah begitu, selalu merasa menjadi pemeran utama. Dan tidak salah, dalam film ini saya merasa menjadi Nobita yang super bodoh dan ceroboh. Dan tentu saja perasaan-perasaan Nobita meresap dalam diri. Seperti saat dimana Nobita bisa merubah masa depannya, dan menikah dengan Shizuka, atau saat harus kecewa ditinggal Doraemon dan berantem dengan Giant. Tapi tentu saja penghayatan dari tokoh utama –Nobita-  ini lebih terasa mendalam karena perkenalan saya yang jauh dengan Doraemon, dari semenjak saya baru bisa melihat bangku sekolah.

Doraemon movie


Film ini menceritakan juga tentang cerita awal mula kenapa robot Doraemon datang ke dunia Nobita. Dimana Doraemon datang dari masa depan, yang diciptakan oleh cicitnya Nobita. Sebenarnya cerita ini agak berlainan dengan cerita yang pernah juga ditayangkan dalam serial yang pernah saya tonton di laptop teman. Yang menceritakan asal muasal Doraemon datang kepada Nobita. Bagi yang pernah menontong fillmnya pasti tahu perbedaannya disebelah mana kan?
Baca juga serunya nonton drama Korea terbaru Uncontrollably Fond

Doraemon adalah sahabat anak-anak yang lahir di tahun 90-an. Jadi tidak heran jika Doraemon sudah melekat di hati setiap anak-anak yang lahir di tahun itu. Dan ceritanya yang selalu menjadi khayalan setiap anak untuk memiliki sesuatu yang praktis. Dan bisa pergi ke mana saja dengan pintu ajaibnya Doraemon.

Ya, di movie 2D Doraemon, diceritakan bahwa Doraemon datang ke dunia Nobita di antar oleh cicitnya Nobita. Dan muncul dari laci ajaibnya Nobita, wujudnya juga langsung berupa kucing yang tidak memiliki telinga. Dan kesukaannya Doraemon pada Dorayaki digambarkan saat Doraemon disuguhi makanan oleh Nobita. Berbeda dengan cerita serinya dulu. Dimana Doraemon datang dengan asal warna yang bukan biru, entah apa warnanya saya lupa, kalau tidak salah warnanya kuning. Dan masih bertelinga, penyebab hilangnya telinga Doraemonpun karena digigit tikus, makanya doraemon dalam cerita seri nya sangat takut pada tikus.

Video Doraemon Movie


Film ini juga lebih enak dilihat karena tokoh-tokohnya lebih terasa nyata. Tokoh yang digambarkan dengan 2D ini lebih enak dilihat dan setiap ekspresi yang ditunjukkan selalu terlihat lucu. Seperti ekpresi terkejut Ibu Nobita, atau ekspresi saat Nobita merasa melting saat dia tahu di masa depannya dia akan menikah dengan Shizuka.

Ketika melihat film ini saya bilang dalam hati, “oh my God, kerennya orang yang bikin animasi ini.” Terkagum, karena memang jarang nonton film yang dulunya hanya kartun di televisi menjadi movie berbentuk gambar bergerak 2D. Rambut Nobita juga terlihat lebih Jepang daripada serialnya.
Sebenarnya saya sedikit berharap serial Shincan juga ada film 2Dnya seperti ini. Tapi saya tidak bisa membayangkan bagaimana bentuk dari tokoh-tokoh Shincan. Karena tokoh-tokoh dalam serial Shincan digambarkan dengan kurang normal. Ya, ada yang mukanya segi empat seperti bapaknya Shincan, dan Shincan sendiri memiliki muka yang tidak karuan antara pipi tembem atau entahlah itu bentuknya macam apa. Begitupun tokoh yang lainnya. Lain dengan Doraemon, dalam seri nya pun bentuk mereka masih jelas, dan kebayang jika memang digambarkan menjadi film 2D.
So, sebagai generasi 90-an saya senang bisa menonton serial kesukaan saya dengan cara yang berbeda. I suggest you watch this movie. :) pokoknya tonton Doraemon Stand By Me.
Load disqus comments

0 komentar

Iklan Bawah Artikel