Buku apa saja, karena kita akan mendapatkan banyak pengalaman dengan membaca buku apapun. Mau itu teenlit atau buku-buku berat lainnya. Meskipun memang seringkali kepala saya gampang menolak untuk membaca tulisan-tulisan yang seperti itu. Padahal saya fikir - seperti yang pernah Beben Jazz (musisi Jazz) katakan – jika kita ingin mengenal musik, kita harus mendengarkan berbagai genre musik. Jangan stuck dengan satu jenis dan aliran musik saja. Dan dari banyak membaca buku dari berbagai genre itu pun bisa membuat wawasan lebih luas.
Pramoedya Ananta Toer adalah makluk pembaca, begitupun tokoh tersohor lain. Hidup mereka diisi dengan kegiatan membaca, saya merasa itu adalah warisan yang sangat berharga. Warisan budaya yang harus kita contoh, selain daripada pemikirannya.
Teringat salah satu penulis Ann Morgan yang sedang membuat target lumayan gila, dia adalah salah seorang perempuan yang sedang membuat satu target keren dalam hidupnya dengan tema Reading World in 365 days. Ann membuat target untuk membaca buku-buku dari berabagai belahan dunia. So, what about you?
Buku akan membawa kita ke suatu dunia yang tidak sedang kita injak. Misalnya dengan membaca novel kita bisa tahu bagaimana isi kepala seseorang saat dia berada dalam suatu kondisi, kadangkala novelis Menuliskan seluruh penglihatannya kedalam sebuah tulisan dan karyanya itu. Selain itu, dari buku kamu juga bisa melihat sebuah sudut pandang yang mungkin tidak akan kamu dapatkan dari apa yang hanya kamu lihat.
Jika ada orang yang menyebutkan buku adalah jendela ilmu, ya. Dia adalah jendela, bahkan menurutku dia adalah pintu masuk untukmu masuk kedalam dunia dan keluar dari duniamu. Kau tahu pintu Doraemon, yang akan membawamu kedalam sebuah dimensi lain di dunia. Ya, seperti itu lah buku. Buku semacam cakrawala, dimana isi kepalamu sebagiannya ada di dalam buku.
Kegilaan membaca membawa Soe Hok Gie menjadi seorang aktifis yang mencintai negaranya. Dan menemaninya membuat karya tulis yang diperhitungkan. Dia menjadi manusia yang sangat kritis dan keberadaannya dianggap di negara. Menjadi orang yang menonjol di angkatannya.
Ada juga seorang perempuan yang saya kenal baik, dia sejak kuliah memulai menikmati buku. Karena dalam fikirannya dia ingin sekali berbicara dengan teman-teman seoranganiasinya tentang buku. Karena dia sering mengikuti diskusi dan hanya mendengarkan saja, itu membuat dia merasa miris kepada diri sendiri. Maka dari sana dia memiliki keinginan untuk membaca lebih banyak buku.
Dengan buku kita juga bisa menjadi manusia yang faham sejarah. Orang yang faham sejarah adalah ia yang bisa menilai mana yang harus diulangi, dipertahankan dan tidak diulangi. Misalnya saja sejarah perbudakan dan penyebabnya di masa lalu. Itu bisa saja terjadi lagi di masa kini ketika tidak tahu penyebabnya dan tidak peka terhadap masalah yang terjadi di lingkungan.
Ya, seperti itulah buku. Maka tidak ada yang salah ketika menyisikan uang untuk membeli buku atau pergi ke perpustakaan di waktu luangmu. Atau mengisi waktu liburan untuk membaca buku. Dan mari berbagi isi buku.
3 komentar