Foto ini di ambil di Kabupaten Bandung. Tepatnya di Departemen Agama Kabupaten Bandung, saat melakukan penelitian skripsi, dilengkapi dengan hujan lebat dan ban bocor. Hei, skripsi teramat begitu kau kami perjuangkan :D .
Cendol, menjadi pembahasan kami akhir-akhir itu. Cendol seperti kenalan baru yang menjadi teman kami setiap berbincang. Baik itu perbincangan tentang upil ataupun hal yang berbau buku. Biasanya memang kopi, tapi kali ini kami memilih cendol untuk teman berbincang. Konon, di Bandung juga ada cendol yang sangat terkenal ke penjuru Bandung, cendol Elizabeth. Tapi kami tentu saja tidak bisa menikmati cendol tersebut, dan memilih (tepatnya ditakdirkan memilih) cendol Elisabeth duplikatnya saja.
Sebenarnya cendol memiliki kisah tersendiri bagi Mariam. Teman sekelasnya, teman dia berbalas puisi, mungkin juga berbagi rasa ( :D ) adalah ia yang sangat gemar makan cendol. Jadi setiap dia jalan dengan teman sekelasnya itu, tempat minum yang selalu dia tuju adalah Cendol. Dan saya sendiri pernah kebetulan jalan dengan teman sekelas Mariam itu, dan iya, di jalan Soekarno Hatta saat kami akan melakukan baksos, dia menghentikan motornya untuk minum Cendol di pinggir jalan.
Cendol seperti teman baru yang konyol. Dari namanya saja dia mengindikasikan nama dengan nama yang jayus seperti "Cen" dan "dol" nama yang lebih pantas diberikan kepada orang konyol. Selain itu, cendol bisa memangil siapa saja yang sedang kehausan di jalanan. Mau itu yang pake roda dua, roda, gerobak, ataupun yang jalan kaki. Dia adalah salah satu makanan teramah yang ada di jalanan. Bayangkan saja, saat orang-orang kehausan, dia malah tersenyum ngasih kesejukan di pinggir jalan. Mana ada orang tidak tergoda. Maka dari itu, kesimpulan selanjutnya si Cendol ini seperti gadis manis yang selalu menggoda. Terakhir, suasana romantis juga selalu terasa ketika makan cendol, entah kenapa.
Kenapa kami gampang akrab dengan minuman yang dinamakan Cendol ini, mungkin salah satu sebabnya adalah karena cendol ini adalah minuman yang terjangkau. Bisa dijangkau dipinggir jalan, tidak harus jauh-jauh pergi ke mall untuk mendapatkan minuman selezat itu. Selain itu, cendol menjadi minuman khas yang ngindonesia. Sekalipun katanya bukan dari negara Indonesia asalnya.

0 komentar