Gadis Bernama Laila



“Perempuan yang aku nikahi itu ternyata setan. Matanya merah menyala, dan kornea matanya menyerupai api neraka yang seperti akan memakan manusia kapan saja dia mau.


Berita hilangnya Laila di dalam pohon membut kampung Asem menjadi sepi ketika menjelang senja. Gadis dan anak-anak tidak dibiarkan oleh orang tuanya pergi saat waktu mulai beranjak senja. Mereka yakin, jika anak mereka akan menjadi seperti Laila, dicintai sanekala dan dibawa ke tempat yang tidak bisa dilihat oleh manusia.

Kampung itu menjadi amat sangat angker saat senja, seperti tidak ada penghuni. Mereka sudah menghentikan aktifitas mereka saat senja. Dengan lampu penerang yang sangat minim di desa itu, mereka seperti sudah asing dengan malam. Mereka seperti bermusuhan dengan waktu yang namanya malam. Sebab, malam bisa membuat siapa saja hilang tidak terlihat mata. Malam akan membuat pandangan mereka terbatas. Sehingga mereka lebih betah tinggal di dalam rumah tanpa melakukan hal-hal yang bermanfaat di luar rumah.

Laila, seorang gadis berumur 17 tahun itu adalah anak yang sangat cantik dan dikenal ramah. Selain itu ia juga cerdas dan tidak pernah absen sekolah agama di mesjid. Rambutnya lurus dan mata yang besar dengan alis yang menggaris seperti bulan sabit yang menghitam di kulitnya yang putih langsat. Serta bibirnya yang kecil memerah, serta dagu yang lancip seperti telur. Wajah percampuran Arab, Indonesia dan Jepang itu ditularkan oleh ibunya yang seorang TKI di Malaysia yang menurut cerita ia adalah seorang pekerja seks yang paling populer.

Guru mengaji Laila yang berumur lebih tua 20 tahun darinya sudah lima kali melamar Laila, tapi tetap saja tidak mendapatkan respon dari Laila. Gadis itu menolak dengan senyuman yang membuat hati gurunya tidak bisa menahan ingin memiliki senyuman yang menarik itu. Dan membuat ia tidak bisa tidur berhari-hari serta tidak enak makan berminggu-minggu.

Sudah banyak yang melamar Laila, dan hasilnya tidak ada yang pernah bisa mendapatkan hati gadis itu. Kecantikannya tersohor karena temannya mengunggah salah satu foto terbaik Laila ke media sosial. Bahkan Laila sendiri tidak begitu paham cara menggunakan facebook. Sehingga ia menjadi bahan pembicaraan di dunia maya. Sehingga orang-orang banyak yang mendatangi rumahnya. Dari mulai pejabat, hingga tukang donat.

Hal itu membuat Laila tidak tahan, ia tidak pernah keluar dari kamarnya dan mengurung diri disana. Ia tidak bisa menghadapi lelaki-lelaki yang tertarik dengan wajahnya. Padahal mereka tidak pernah tahu seperti apa kehidupannya yang sebenarnya.

Siang hari dia tidak pernah ingin keluar, dia sangat terganggu dengan lelaki yang seringkali menggodanya di jalan. Kadangkala suara klakson ataupun suara-suara siulan yang semakin membuatnya tidak nyaman. Tidak jarang lelaki yang lewat di sebelahnya mencolek dagunya yang lancip.

Sehingga waktu yang tepat bagi Laila untuk keluar adalah waktu malam. Ia lebih tenang keluar saat malam. Karena lelaki hidung belang tidak akan melihat wajahnya ataupun warna kulitnya yang terang. Ia seringkali menghabiskan waktunya sendiri di saung sawah tidak jauh dari rumahnya. Berbekal penerangan dari lilin, ia membaca buku cerita kesukaannya.

Tapi, ternyata ia tidak luput dari perhatian lelaki hidung belang yang selalu menanti keluarnya perempuan itu. Pada malam itu Laila diikuti oleh segerombolan lelaki berbaju gelap. Ia tidak sadar bahwa ia diikuti. Seperti biasa, ia menyanyi-nyanyi kecil ketika lelah membaca bukunya. Tapi kemudian lelaki hidung belang itu datang menghampirinya dan mencolek dagunya dengan kasar.

Si gadis tidak bisa berbut apa-apa. Seperti buruan yang terjebak oleh jebakan yang dibuat oleh si pemburu. Ia hanya diam dalam ketakutan dengan tubuh gemetar yang sangat hebat. Ia ingin menjerit tetapi tidak ada suara keluar dari mulutnya.

Si gadis meringis kesakitan, diantara selangkangannya. Ia sudah tanpa busana dan seluruh badannya seperti remuk dengan warna biru di tangannya. Ia telah berada di sebuah kamar yang serba putih dengan disampingnya seorang lelaki yang memakai kacamata. Seperti seorang dokter.

Tidak lama setelah itu, ia mulai pulih dari segala sakitnya. Ia tidak memiliki hasrat melakukan apapun. Ia mulai memilih mati sebagai jalan terakhir yang bisa saja ia tempuh. Ia tidak percaya siapapun di dunia. Termasuk lelaki yang menyelamatkan nyawanya. Ia tidak percaya dokter itu. Karena mata dokter itupun sangat menjengkelkan dan seringkali ia merasa diperhatikan dari jauh oleh dokter muda itu.

Kemudian tanpa sepengetahuan Laila, 3 bulan kemudian dokter itu telah membuat surat nikah palsu. Tanpa ijab kabul tanpa persetujuan Laila. Dan ia memperlihatkan kepada orang-orang surat nikahnya, agar orang percaya bahwa ia menikahi gadis yang sudah 3 tahun berada di rumahnya.

Laila sangat benci dokter itu, ia memutuskan untuk kabur dari rumah itu. Tapi kemudian dia tidak berhasil kabur, karena dokter memerintahkan orang suruhannya untuk mencari Laila. Dan Laila pun ditemukan oleh orang suruhanya itu di Stasiun Kiara Condong.

Ia tidak perduli apa yang dirasakan si perempuan, dokter itu merasa bahwa dia bisa menikmati tubuh gadis cantik itu, ia merasa puas, dan menjadi lelaki sejati. Tidak perduli dengan perasaan apapun dari si perempuan. Bahkan seringkali ia menampar Laila jika Laila menolak ajakannya.

Si perempuan mulai tidak tahan dengan si lelaki itu. Sehingga ia memuskan untuk melakukan semedi agar tubuhnya terasa ringan kembali. Agar kepalanya bisa sedikit berdamai dengan dirinya. Tapi kemudian ia merasakan hal yang aneh didalam kamarnya. Ada yang tiba-tiba datang di depannya. Sesosok makhluk yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Ia berperawakan seperti manusia, tapi memiliki gigi yang berkilau seperti permata. Ia pun harum seperti memakai minyak wangi yang tidak pernah ia cium sebelumnya. Ia berkata-kata, dan suaranya begitu lembut seperti musik yang syahdu.

Si perempuan pun jatuh cinta pada lelaki yang datang malam itu. si lelaki pun memberikan syarat kepada si perempuan. Jika ia ingin memanggil si lelaki, si perempuan harus menyiapkan berbagai sesajen. Seperti harus memakan mawar saat ia mengundangnya. Dan setiap malam melati harus di gantung di depan kamar.

Syarat itu dipenuhi oleh Laila karena ia benar-benar telah tergila-gila kepada si lelaki itu. begitu pun lelaki itu telah jatuh cinta kepada kecantikan Laila.

Laila memanggil lelaki itu setiap malam, ketika suaminya sudah beranjak tidur. Ia pun bercinta dengan penuh rasa kepada lelaki itu. Belum pernah sebelumnya ia merasakan cinta yang sehangat itu. itu adalah pertama kalinya Laila jatuh cinta kepada lelaki yang ia temui.

Hingga suatu hari saat Dokter itu menyetubuhinya dan mencium bibirnya, dokter itu tiba-tiba terperanjat dan kaget. Karena tiba-tiba mata Laila berubah menjadi merah. Ia kaget dan langsung menjauhkan Laila dari tubuhnya. Seperti biasa Laila hanya pasrah apapun yang dilakukan suaminya. Seperti boneka yang tidak bernyawa.

“Siapa kamu?”

Dokter itu kaget denga apa yang dilihatnya.

Setelah kejadian itu, Dokter itu tidak pernah menyetubuhi istrinya lagi. Ia pun mengurung Laila di kamar, dan Laila mulai menunjukan kebiasaan yang mengganggu di tengah malam ia seringkali menyenandungkan lagu yang membuat bulu kuduk dokter itu berdiri.

Seminggu setelah kejadian itu, Laila menghilang entah kemana. Setelah dokter itu mencarinya. Ternyata baju dan sandal yang digunakan Laila ada diantara pohon beringin besar yang angker.

Dokterpun yakin Laila telah dibawa setan masuk kedalam pohon itu. ia menangis, karena dia tidak pernah bisa lagi menemukan gadis secantik Laila.



Load disqus comments

0 komentar

Iklan Bawah Artikel