Hari ini saya ingin menulis tentang musik. Tepatnya nimbrungin artikel-artikel musik dari ahli dan penikmatnya. Ini terjadi karena suatu sore yang cerah di desa Mekarmulya. Saya diajak untuk selalu merenung di samping jendela, dengan godaan sinar matahari yang dari tadi sudah mulai muncul di jendela. Ada daun pisang yang menari-nari, pohon lainya juga begitu sedangkan matahari sedang mengawasi.
Ini tentang improvisasi yang selalu disebut-sebut oleh musisi Jazz, Bang Beben. Saya ingin mencurahkan sebuah pemahaman dari segala perkataannya tentang
improvisasi. Dalam musik ada yang namanya improvisasi. Saya tidak tahu apa-apa tentang musik, saya hanya penikmat. Penikmat yang sayangnya hanya tahu cara mendengar tidak kreatif dengan mencari tahu apa yang saya nikmati. Tapi pengalaman dan pengetahuan ini ingin saya curahkan, sebab dunia saya adalah menulis. Maka, tulisan ini adalah bagian dari hidup yang harus saya beri fasilitas dalam hidup saya sendiri. Fasilitas itu berupa kepala yang menangkap segala pengalaman sehingga sebuah tulisan bisa turun ke bumi. Oke, kemana-mana dan tidak penting. Langsung saja, yes.
Improvisasi tidak hanya terjadi dalam nada musik saja. Improvisasi bisa juga terjadi dalam kehidupan. Orang Jazz adalah orang yang bisa mengimprovisasi hidupnya. Tidak begitu-begitu saja, intinya ia selalu mencari suatu hal yang baru.
Dalam hidup saya sendiri, saya sering menemukan orang yang mengasyikan dan orang yang membosankan. Orang yang mengasyikan menurut saya adalah mereka yang bisa merubah suasana. Misalnya dari hari yang membosankan menjadi hari yang tidak pernah bisa dilupakan. Ada juga yang selalu membuat topik pembicaraan menjadi memanjang dan tidak ada ujung. Itu karena jalan pikirannya tidak bisa dibendung, ia tidak membatasi arah pikirannya sendiri. ia senang berimajinasi bahkan membuat semuanya menjadi menarik dan tidak basi. Ya, itu banyak di sekitar saya yang seperti itu. Dan orang yang membosankan juga banyak adalah ia yang seneng sekali membicarakan kejelekan-kejelekan orang, dan seneng mengkafir-kafirkan orang. Membuat mereka seolah selalu salah dan ia selalu benar. Ya, orang seperti itu selalu membosankan.
Improvisasi menurut Beben adalah sebuah cara bagaimana manusia menjadi musik itu sendiri. Musik jazz menurutnya adalah musik yang selalu bisa berimprov. Selau menghasilkan kemungkinan-kemungkinan baru dalam keberadaannya. Maka dari itu ia menjadi begitu sangat menarik.
Saya tidak tahu Antonio Carlos Jobim, saya hanya tahu lagunya yang selalu di bawakan Inna Kamarie yang judulnya Dindi. Dan ketika dibawakan Inna Kamarie lagu itu tidak lagi menjadi seperti lagu aslinya. Ketika lagu itu dibawakan oleh Inna Kamarie ia menjadi lebih enak di telinga saya. Begitu juga lagu-lagu jazz lainnya. Lagu Moon River misalnya, saat saya mendengar lagu tersebut dinyanyikan oleh penyanyi aslinya, lagu itu memiliki nada yang menurut saya yang tidak paham musik menjadi agak mistis. Suara yang keluar dari penyanyi itu agak lambat dan dengan tempo yang sangat pelan. Tapi ketika lagu tersebut dinyanyikan oleh Raras Ocvi atau Inna Kamarie ia menjadi sangat easy listening. Itulah mungkin keberadaan jazz yang selalu mengimprovisasi keberadaannya.
Ya, intinya Jazz selalu memberikan kemungkinan untuk menemukan setiap kesejatian. Beben bilang manusia jazz adalah ia yag selalu mencari kemungkinan-kemungkinan, ia yang kreatif, ia yang inovatif dan berilmu.
Sekian postingan hari ini, sampai hampir putus asa bingung apa yang mesti di tuliskan. Sementara yang ada di kepala hanya secuil-secuil ingatan tentang sesuatu. See you tomorrow..
Keep writing dan menggembalakan proses selalu. Good night
0 komentar