My Feelings When Listening To The Music

[caption id="" align="alignnone" width="850"] image source : quotesgram.com[/caption]

I do like to listen the music. Musik apapun saya suka, terutama yang bahasanya Indonesia. Karena saya orang Indonesia. Memang ketika mendengarkan musik, saya bisa dibilang musim-musiman. Musik yang menjadi rumah saya adalah musik Jazz. Tapi mungkin selera jazz saya masih rendah. Karena saya lebih senang mendengarkan musik jazz yang dinyanyikan musisi Indonesia. seperti musisi jazz favorit saya Mba Raras Ocvi bimbingannya mas Beben Jazz dan mba Inna Kamarie. Saya suka suara Raras saat menyanyi Jazz karena suaranya lembut.
Penyanyi Jazz luar negeri yang biasa saya dengar Moon Rivernya Frank Sinatra, Norah Jones lumayan banyak lagunya yang saya dengar, Ella Fitzgerald, Nati King Cole dan Natalie Cole. Pengetahuan saya tentang musik jazz juga bisa dibilang tidak ada. Karena saya lebih hanya sekedar pendengar.

Alasan kenapa saya senang mendengarkan musik jazz daripada musik lain adalah karena musik jazz enak di dengar di suasana apapun. mau itu panas terik, hujan, mendung, ia bisa menjadi teman saat apapun. bahkan kadangkala ia melahirkan banyak inspirasi ketika saya ingin menulis. Selain itu, lagu-lagu yang saya sering dengar biasanya memberi sebuah kesadaran yang tidak pernah disadari. Raras Ocvi menyanyikan lagu Lokananta yang ia ciptakan sendiri dengan begitu menyenangkan dan mengungkapkan cinta dengan sangat lembut dan romantis. Mendengar lagu jazz saya kadang merasakan sedang mendengarkan musikalisasi puisi. Kemudian, saya tidak tahan dengan suara terompet ketika sudah mengalun dengan merdunya.
Suara terompetnya biasanya langsung menohok kedalam hati tanpa bisa diampuni. Hati menjadi riuh sendiri dan tidak bisa dikendalikan untuk memejamkan mata kemudian mendengarkan suara hati bicara. Saya tidak tahu bagaimana bisa musik bekerja begitu luar biasa dalam diri saya. Meskipun saya hanya penikmat, tapi saya kira ia bisa merubah hidup baik pendengar maupun pemusiknya itu sendiri.
Dan sekarang saya sedang senang dengan lagu yang ngebeat juga. Saya sedang senang mendengarkan musik-musik yang dibawakan Bigbang. Boyband asal Korea Selatan yang saya kasih empat jempol untuk mereka yang sangat bersemangat mengukir mimpinya. Ketika mendengar musik Bigbang saya merasakan hal yang berbeda lagi. Mungkin karena sedikitnya saya tahu perjalanan karier mereka yang dirintis dari nol. Dan G-Dragon yang fokus dengan apa yang ingin dia gapai. Dia bilang dia menulis lagu sebelum tidur selama beberapa tahun. Dan akhirnya itu menjadi kebiasaan dia. Dari itu saya menjadi lebih semangat mendengarkan lagu-lagu bigbang yang memang energik itu.
Mendengarkan lagu-lagu mereka saya menjadi terbawa suasana yang menyenangkan seperti sedang dalam dunia yang gemerlap. Badang tidak ingin berhenti bergerak dan melakukan sesatu. Selain itu, karena semangat mereka dalam bernyanyi dan membuat lagu tentunya, akhir-akhir ini saya sering sekali merasa menjadi manusia yang harusnya tidak berhenti bermimpi. Mereka adalah inspirasi saya untuk melakukan banyak hal dengan fokus dan menggapai apapun yang saya ingin capai. Intinya mereka membawa inspirasi berupa mewujudkan mimpi.
Meskipun saya tidak mengerti bahasa mereka, karena mereka lebih senang dengan menggunakan bahasa Korea daripada bahasa Inggris. Tapi saya bisa merasakan sesuatu dari balik panggung mereka. cerita yang mereka bawakan dalam reality show yang saya senang sekali untuk menonton. Dan itu tersalurkan kedalam musik-musik yang mereka bawakan.
Terlepas dari sejarah permusikan Korea. tapi saya senang dengan musik mereka dan cara mereka mewujudkan mimpi mereka. mungkin banyak yang juga seperti mereka dan saya tidak tahu.
Saya senang dengan siapapun yang bisa mewujudkan mimpinya. Menjadi seperti apa yang dia inginkan. Dan seperti yang G-Dragon katakan bahwa kita harus mengenal diri kita dulu sebelum melangkahkan kaki menjadi apa yang akan kita lakukan.
Bukankan di usia 20an seperti saya sedang bingung-bingungnya mencari jati diri sedangkan mereka yang telah berkarya itu sepertinya mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ternyata setelah saya lihat dari sejarah kehidupan mereka, mereka tidak ada yang melakukan segala sesuatu dengan instan. Mereka berupaya dan fokus kepada apa yang ingin mereka menjadi.
Tetapi apakah saya, dan orang-orang seperti saya sudah terlambat dalam melakukan itu? saya kira tidak. Tuhan memberikan pengalaman yang berbeda kepada setiap orang. Kalau saya boleh mempercayai hukum kelahiran kembali setelah saya hidup hari ini. Saya ingin sekali mengulang masa kecil saya dari cara saya belajar dari masa saya hidup sekarang. Saya ingin sekali menjadi orang yang bisa fokus dan menggapai apa yang saya ingini.
Terkadang saya merasa menyesal, tapi itu bukan solusi. Saya belum gagal karena saya belum menyerah untuk medapatkannya. Jadi, teman-teman yang punya permasalahan seperti saya, mari kita lanjutkan perjalanan. Jadikan orang lain motivasi, jangan jadikan ukuran. Karena mengukur hanya akan membuat fikiran negatif datang lebih banyak dari yang kita harapkan.
Load disqus comments

0 komentar

Iklan Bawah Artikel