Drama : Reply 1988 (Greatest Korean Drama)

Drama Korea Reply 1988
Drama Korea Reply 1988, Beberapa hari yang lalu saya menyelesaikan menonton drama Korea 20 episode. Judulnya Reply 1988. Tapi ada hal lain yang membuat saya tertarik lebih dari drama Korea lain. Pasalnya drama ini tidak hanya menceritakan tentang percintaan, tapi lebih luas daripada drama-drama lain yang pernah saya tonton. Kalau drama lain saya hanya bisa memerhatikan kisah cintanya, di drama ini saya bisa melihat hal lain.



Selama menonton drama ini saya tidak bisa berhenti ketawa dan menangis disetiap episodenya. Dalam dua puluh episode itu, cerita yang mengharukan dan cerita yang menggelikan ditampilkan dengan sangat apik dan tidak membosankan. Selain itu, banyak sekali pesan moral yang disampaikan oleh drama ini.


Tidak lain karena setiap karakter yang ditampilkan di drama tersebut memberikan bumbu tersendiri untuk drama ini. Seperti karakter utama perempuan yang bernama Sung Deok Soen. Dia adalah seorang anak yang ceria dan tidak senang belajar, tetapi memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan sesuatu. Dia digambarkan sebagai anak yang polos dan tidak pernah akur dengan kakak perempuannya. Keluarga mereka sangat penuh dengan keributan. Kalau tidak Deok Seon yang bertengkar dengan kakaknya, maka yang bertengkar adalah ayah dan ibunya. Meskipun begitu, Deok Seon tetap menjadi anak yang disayangi dan penuh perhatian terhadap teman-temannya.



Drama Korea Terbaik


Drama ini bercerita tentang kampung Sang Mun Dong. Ada lima keluarga di kampung ini. Setiap keluarga memiliki karakter yang unik mengalir di sepanjang cerita. Dan konflik yang dibangun pun sangat mengesankan, karena tidak terkesan berlebihan seperti drama-drama lain. Justru konflik yang diambil di drama Korea ini adalah konflik yang biasa kita temukan di kehidupan sehari-hari.
baca juga drama korea terpopuler She Was Pretty



Seperti saat ayah Jung Hwan membelikan es krim untuk kedua anaknya, ia bergegas pergi ke kamar anaknya untuk menawarkan es krim yang mereka sukai. Tapi karena kedua anaknya fokus pada hal yang mereka lakukan, ayahnya tidak menyadari dan menyimpan esnya di atas meja. Tetapi saat malam hari ternyat es krim itu tidak ada yang menyentuh dan masih di tempatnya. Ayahnya kecewa dan tidak ingin bicara dengan kedua anaknya. Jung Hwan bertanya-tanya kenapa ayahnya demikian, tetapi satu temannya memberitahu dia kalau ayahnya butuh dihargai. Jung Hwan mendinginkan hatinya dan melumerkan egonya kepada ayahnya. Maka, hubungan mereka mencair kembali.



Drama Korea Terbaik Sepanjang Masa


Atau ketika ibu Jung Hwan pergi ke rumah mertuanya dan meminta kedua anaknya serta suaminya tinggal di rumah. Ibu Jung Hwan sempat tidak yakin untuk berangkat meninggalkan kedua putranya dan suaminya, karena yang ia tahu pekerjaan laki-laki tidak pernah benar. Tetapi ia berangkat juga dengan langkah yang sangat ragu. Setelah ibu Jung Hwan pulang, ia melihat-lihat seluruh rumah, terlihat rapih dan bersih seperti saat ia ada di rumah. Tetapi Jung Hwan melihat ada kekecewaan di wajah ibunya, dan heran kenapa ibunya demikian. Dan temannya memberitahukannya lagi, kalau pekerjaan ia, kakaknya, dan ayahnya terlalu sempurna. Sehingga dengan ketidak hadiran ibunya pun, mereka bisa mengerjakan segalanya. Akhirnya Jung Hwan berinisiatif untuk mengacaukan pekerjaan rumah ayahnya dan kakaknya. Saat kakaknya masak mie di dapur, Jung Hwan menempelkan tangan kakaknya di atas panci panas dan memanggil ibunya. Jung Hwan bilang kalau kakaknya tidak bisa memasak mie. Dan ketika ayahnya mengganti briket batubara, Jung Hwan memecahkan briketnya itu, dan memanggil ibunya untuk membantu ayahnya. Jung Hwan tersenyum dan ia tahu apa yang harus dia lakukan agar ibunya merasa sangat dibutuhkan.


Setting drama ini adalah tahun 1988, kebayang gimana susahnya nyari atribut-atribut syutingnya. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana Indonesia di tahun ini, karena saya belum lahir. Tapi dari drama ini saya melihat beberapa hal yang khas tahun 1988 di Korea, seperti lagu yang mereka senangi, merk sepatu, merk jaket, merk mobil yang sedang booming, dan tren mewarnai rambut. Ternyata kebiasaan mereka di tahun 1988 tidak berbeda jauh dengan di kampung saya sekarang. Dalam drama itu ditampilkan hubungan antar tetangga yang sangat dekat. Mereka saling mengantar makanan dari satu rumah ke rumah yang lain. Mereka juga saling meminjamkan uang, dan memberikan beberapa bahan masakan jika di rumah ada banyak. Dan mengundang tetangga jika punya makanan enak atau punya banyak makanan. Kerjasama antar tetangga masih nampak harmonis.



Inilah bedanya drama Reply 1988 dengan drama lain. Jika bisa selektif memilih drama Korea, banyak kok yang bagus dan mendidik. Karena saya suka menulis cerita, jadi saya senang menonton drama, apalagi Korea yang sangat dramatis. Pokoknya drama Reply 1988 ini edukatif dan menginspirasi banget. Setelah saya menonton drama ini dan melihat betapa gigihnya pelajar-pelajar Korea belajar, saya jadi malu pada diri sendiri. Saya tidak bisa belajar lama seperti mereka, lebih seperti karakter Deok Seon yang setelah makan kemudian niat belajar, yang ada malah tidur di perpustakaan. Hehe. Jangan ditiru ya… Reply Korean Drama
Load disqus comments

0 komentar

Iklan Bawah Artikel