Bulan Tebelah di Langit Amerika, Awalnya sih pas baca bukunya saya kurang faham apa yang dimaksud bulan terbelah di langit Amerika. Tapi setelah nonton filmnya,y ang saya lihat yang dimaksud dengan bulan terbelah adalah sebuah kiasan untuk sebuah keretakan, keretakannya dalam segala hal tentunya. Bukan hanya kesalah fahaman antara Rangga dan Hanum, tapi juga kesalah fahaman pandangan American kepada Islam. Keretakan yang terjadi akibat adanya kesalah fahaman dan buru-buru untuk memberikan penghakiman.
Bulan yang terbelah itu bukan saja dalam ranah sosial, tapi dalam ranah individual. Ranah Individual dalam film itu digambarkan oleh Rangga dan Hanum (yang diperankan oleh Acha Septriasa dan Abimana) ketika mereka bertengkar karena kebutuhan mereka yang berbeda. Mereka bertengkar karena Hanum merasa Rangga egois, hanya mementingkan kepentingannya sendiri untuk melakukan wawancara dengan salah seorang narasumber yang diminta Prof. Reinhard. Sementara Hanum juga pergi ke New York untuk melakukan tugas wawancara dan meminta Rangga menemaninya melakukan pekerjaan. Rangga meng 'iya' kan, tapi banyak hal yang tidak terduga terjadi disana, sehingga Rangga tidak bisa mengantar Hanum, dan Hanum tidak bisa menerima keadaan itu, sehingga pertengkaran diantara mereka pun terjadi. Akhirnya Hanum pergi melakukan wawancara sendiri, datang ke tempat ceremoni peringatan 11 September.
Dalam ranah sosialnya film bulan terbelah di langit Amerika itu menggambarkan betapa rakyat Amerika pada saat itu sangat membenci umat Islam. Mereka menyangka Abe adalah pelaku terorisme di gedung WTC. Sehingga kebencian terhadap Islam pun menyebar ke seluruh Amerika. Mereka memandang sinis umat Islam. Bahkan dalam film itu diceritakan bahwa negara Amerika mendiskriminasi perempuan yang berkerudung. Saya tidak tahu apakah masih berlaku sampai sekarang.
Apakah yang dimaksud Hanum dan Rangga dengan Bulan Terbelah di Langit Amerika?
Film ini berpesan bahwasanya Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan terhadap manusia lain. Sebaliknya, Islam mengajarkan ramah tamah dan mencintai sesama manusia. Abe disana digambarkan sebagai muslim yang sangat mencintai keluarganya dan menyayangi sesama manusia. Ia berusaha membantu anak-anak kelaparan dengan mengajukan bantuan kepada miliarder Amerika. Tapi karena kesalah fahaman Abe di anggap sebagai teroris yang melakukan pemboman gedut WTC. Padahal dia sendiri adalah korban di gedung tersebut.
Baca juga keseruan nonton film paling inspiratif Rudy Habibie
Would the world be better place without Islam? Of course, no. Film ini menjawab demikian. Saya yakin Islam atau agama manapun mengajarkan manusia untuk mencintai sesama manusia. Dan itu tidak bisa kita sangkal, ayat-ayat yang mendukung hal tersebut sudah banyak dijelaskan oleh agamawan. Coba saja searching di Google atau situs seperti bookfi yang lebih ilmiah. Ilmuwan Indonesia seperti Nurcholis Madjid, Abdurrahman Wahid, Quraish Shihab, Emha Ainun Nadjib dari Islam seringkali menulis atau menyampaikan materi yang sangat manusawi. Maksudnya manusiawi, tidak mendeskritkan satu golongan ketika memberikan sebuah materi dalam tulisan ataupun lisan.
Film Islami
Ketika ada orang yang mengatakan bahwa Islam identik dengan kekerasan, tentu saja saya tidak akan pernah setuju. Karena selama saya hidup dari lahir sebagai Muslim, saya tidak pernah mendapatkan pendidikan dari Islam untuk melakukan kekerasan terhadap manusia lain bahkan hanya menyakiti pun, tidak boleh. Malahan saya diajari untuk mencitai saudara saya, dan tidak bermusuhan lebih dari tiga hari. Itu yang saya dapat dari Islam selama saya hidup. So, Stop to say that Islam is war religion, but Islam and other religions is a peace maker.
Setuju kan?
Begini, saya tertarik ketika Carl Gustav Jung, seorang psikolog, mengatakan bahwa agama ada dalam diri setiap manusia. Agama adalah tempat pulang manusia, dimana ketika ia mengetahui dirinya sendiri disana mereka akan mengetahui siapa Tuhannya. Agama adalah kedamaian, yang digambarkan seperti ibu yang memberikan kehangatan dan kasih sayang. Jadi bagaimana mungkin ada kedamaian ketika tidak ada kasih sayang. Iya gak sih?
Film Bulan Terbelah di Langit Amerika adalah adaptasi dari novel Hanum dan Rangga dengan Judul yang sama. Dalam film ini selain kita bisa melihat realitas tentang Islam, kita juga bisa baper
apalagi kalau nonton tanpa pacar karena kisah cinta kedua pasangan itu sangat romantis. Mereka mengajarkan tentang indahnya sebuah komitmen.
Berbicara tentang komitmen saya jadi ingat teorinya Robert Stenberg tentang kasih dalam hidup. Dia bilang ketika cinta sudah ada intimacy, passion, dan commitmen maka akan menghaslkan consumate love sebuah cinta yang sempurna. Ketika salah satunya tidak ada, misalnya dalam hubungan hanya ada intimacy dan passion maka hanya akan menghasilkan romantic love. Lebih jelasnya tentang teori ini bisa searching deh di Google.
Hanum dan Rangga seharusnya menjadi inspirasi bagi umat muslim, yang mana sebagai muslim seyogyanya kita bisa membawa misi agama Islam itu sendiri. Bahasa lainnya mungkin membumikan ajaran-ajaran Islam. Hanum dan Rangga memberi kita contoh pengamalan dan dakwah Islam di era modern. Mereka melakukannya lewat film, kita, aku sama kamu mau pake apa? Menurut saya sih tergantung di dunia mana kita bergelut, dimanapun kita bisa mengamalkan ajaran-ajaran agama kita. Gak cuma Islam aja loh, semua agama.

0 komentar