Kenapa aku membuka blog lagi setelah membuka ribuan blog di blogspot ataupun wordpress. Ya.. sebenarnya lebih ke hal praktis sih, aku mau mendapatkan penghasilan dari tulisanku. Secara kan Wordpress itu susah untuk memonetisasi iklan-iklan gitu. Jadi, aku putusin buat bikin blog baru ini. Dan mudah-mudah aku bisa kembali konsisten menulis cerita sehari-hari meskipun tidak akan banyak yang menarik. hehe
Setelah selesai kuliah S2 aku merasa bebanku untuk selalu masuk pagi dan berangkat jalan kaki ke kampus sudah tidak ada lagi. Dan sekarang lebih memilih menjadi Youtuber, duduk manis setiap hari di depan komputer sambil mantengin kalo-kalo ada yang Live Streaming di Instagram. Lumayan lah buat jajan sehari-hari lulusan S2 yang sudah tidak pantas minta ke kakak lagi. lol.
Rencana ke depan, tentu ada. Karena menjadi Youtuber bukan prioritasku, aku juga ingin mengamalkan ilmu S2ku yang sudah aku perjuangkan mati-matian. Engga sampe segitunya sih, aku termasuk anak yang malas di kelas. Aku mahasiswa kriminal yang jarang baca buku, bagaimana negara mau maju kalau mahasiswanya seperti aku semua. Nah loh. Dan entah kenapa malas membaca buku itu datengnya pas banget sewaktu aku kuliah S2. Tapi jangan ditiru, karena aku sedang berusaha memperbaiki lagi semangat membacaku dan menulis.
Rutinitasku setelah selesai dengan sidang tesis, dan liburan lebaran tidak banyak. Fokusku mencari uang di Youtube lol. Selain itu aku sedang belajar banyak bahasa Inggris seperti listening, dan menyelesaikan kursus bahasa Inggris online-ku yang ternyata su`ul khotimah. Gila dapet nilai yang mengecewakan di akhir ujian, karena malas yang datang setelah lebaran luar biasa derasnya.
Maka dari itu, aku sedang kembali menata diri untuk mempersiapkan rencana ke depan. Kan aku juga mau mengamalkan ilmu S2ku, pengen banget jadi dosen. Dosen yang sesuai dengan studiku, doakan ya...
Cukuplah tulisan hari ini, aku pengen konsisten nulis-nulis lagi buat tiga puluh hari ke depan. Semoga tidak banyak hambatan.
Have a nice day. Have a morning coffee :)

0 komentar