Selamat Bertemu Kembali Hari Kamis

Semacam keracunan rutinitas, hari kamis ini seolah menjadi hari yang akan sangat menjanjikan untuk bertemu dengan weekend. Kenapa? Karena saya mulai merasa bosan dengan rutinitas. Pergi ke Elfast, ngantuk, pulang dan ujian yang sudah kesebelas kalinya.


Setiap weekday pagi nya, selama dua minggu adalah berharap-harap cemas menunggu hasil ujian. Dan siangnya sekitar pukul sepuluh akan patah hati kembali karena kata kerja yang kurang 's atau salah penempatan kata sifat dan kata benda.

Keseharian yang sudah berlangsung sekitar dua minggu ini terasa mulai memenuhi isi kepala. Pikiran mulai tidak teratur. Mood sulit diatasi dan dinding gang selalu menjadi tempat mengeluh yang tepat.

Ini pernah diatasi dengan mengubah jalan pergi atau pulang. Sudah berbagai cara dilakukan supaya tidak bosan. Tapi efeknya tidak terlalu lama. Hanya pada hari itu saja.

Dan lagi, ujian ini seperti semut masuk ke mata. Karena ia yang kecil, saya tidak bisa melakukan apa-apa selain berusaha mwnyingkirkannya. Mau baca buku, ingat ujian, mau nulis, ingat ujian. Oh my god.

Tapi, you have to know bahwa teman yang baik bagimu adalah yang membuatmu kembali bersemangat ketika kamu sudah mulai berada di titik jenuh yang paling bawah. Ya, begitulah. Setiap harinya artikel itu bisa dikerjakan dengan utuh dan dengan tulisan yang paling rapi adalah karena kedua temanku, Kifti dan Latif selalu semangat. Tepatnya tidak pernah saling menunjukan kebosanan masing-masing. Di pojok kelas kami hanya menunjukkan semangat kami masing-masing. Masalah bosan, biar dirasakan sendiri dan diselesaikan sendiri. Karena yang utama kita butuhkan adalah semangat. Maka dari itu, kita tidak sempat untuk mengeluh di pojok kelas itu. Tapi berusaha tetap senyum dan saling menyemangati. :)



Load disqus comments

0 komentar

Iklan Bawah Artikel